Diajukan sejak Agustus, Santunan 12 Warga Magetan yang Meninggal karena Covid-19 Belum Cair

Kompas.com - 17/11/2020, 16:16 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu, 12 warga yang meninggal karena covid 19 belum menerima bantuan dari pemerintah. KOMPAS.COM/SUKOCOKepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu, 12 warga yang meninggal karena covid 19 belum menerima bantuan dari pemerintah.

MAGETAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Magetan masih menanti dana santunan bagi 12 warga yang meninggal karena virus corona baru atau Covid-19.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu mengatakan, dana santunan itu telah diusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Baca juga: Kronologi Bocah 5 Tahun Asal Bandung Tersesat di Magetan, Hilang Saat Bermain

“Saat ini dari 12 yang kami ajukan ke provinsi belum ada yang terealisasi,” kata Yayuk saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/11/2020).

Yayuk menjelaskan, keluarga pasien positif Covid-19 yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp 15 juta. 

Santunan itu disalurkan langsung ke rekening ahli waris yang telah tercantum di dalam surat usulan.

Menurutnya, usulan dana santunan terhadap 12 warga yang meninggal karena Covid-19 itu telah disampaikan sejak Agustus.

“Sudah mulai Agustus diajukan. Dari informasi provinsi seluruh provinsi baru 33 (orang) yang sudah terealisasi dari 824 (orang),” imbuhnya.

Hingga 16 November, sebanyak 31 pasien positif Covid-19 meninggal di Magetan.

Pemkab Magetan belum mengajukan usulan dana santunan bagi pasien meninggal lainnya karena masih menunggu pencairan dari 12 warga tersebut.

Baca juga: Ibu Hakim, Saya Masih Utang Cucu Pertama kepada Orangtua Saya, Semoga Bisa Diberi Kemudahan

“Kita belum mengajukan usulan baru, kita masih menunggu perkembangan yang 12 (warga meninggal karena Covid-19) ini dulu," kata dia.

Berdasarkan data Kominfo Kabupaten Magetan, sebanyak 572 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat hingga 16 November 2020. Rinciannya, 519 sembuh, 31 meninggal, dan 22 kasus aktif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X