Menko PMK Sebut 54 Persen Angkatan Kerja Indonesia Tamatan SMP ke Bawah

Kompas.com - 14/11/2020, 12:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (dua dari kiri), saat melakukan kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/11/2020). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (dua dari kiri), saat melakukan kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/11/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam kunjungan ke Gresik, Jawa Timur, sempat menyebut pemerintah terus mengupayakan bagi 13 juta orang untuk mendapatkan pekerjaan.

Angka tersebut muncul dari sebanyak 7 juta orang pengangguran sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, perkiraan bertambah 3 juta setelah pandemi, dan 3 juta lainnya dari lulusan baru SMA/SMK dan perguruan tinggi.

Menurut Muhadjir, tingkat pendidikan juga memengaruhi angkatan kerja di Indonesia.

Terlebih, kata dia, perusahaan maupun pelaku industri besar menerapkan standar pendidikan dalam merekrut karyawan.

"Sekarang angkatan kerja kita masih parah. Kenapa? karena 54 persen adalah tamatan SMP ke bawah. Kemudian yang SMA/SMK 30 persen, baru sisanya lulusan perguruan tinggi," ujar Muhadjir saat memberikan keterangan di gedung Pemkab Gresik, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Cegah Penyakit Menular, Menko PMK Dorong Penerapan Pengelolaan Limbah Medis

Karena itu, pemerintah mencoba mengubah tatanan tersebut dengan diharapkan pencari kerja nantinya minimal menyandang pendidikan SMA/SMK.

Dengan salah satu yang tengah diupayakan, melalui fasilitas Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Melalui KIP, diharapkan tidak ada lagi anak putus sekolah.

Terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, bakal dibantu melalui program ini hingga mereka dapat lulus SMA/SMK.

"Dengan kebijakan Presiden yang dirangsang melalui KIP, kita berharap 2025 nanti dapat terbalik, 70 persen angkatan kerja kita adalah lulusan SMA/SMK ke atas," ucap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X