Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/11/2020, 08:36 WIB
Rahmadhani,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com - Jumlah pemilih disabilitas di Kota Padang Sumatera Barat pada Pilkada Sumbar yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang sebanyak 1.540 orang.

"Rinciannya, disabilitas fisik sebanyak 671 orang, disabilitas intelektual sebanyak 152 orang, disabilitas mental sebanyak 391 orang dan disabilitas sensorik sebanyak 326 orang, " ujar Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra, Rabu (11/11/2020) yang dihubungi melalui telepon.

Untuk membantu pemilih tuna netra dalam menentukan hak suaranya, pihak KPU Padang akan menyiapkan alat bantu berupa templet braille.

"Pelayanan untuk pemilih normal dan disabilitas berbeda. Nantinya di setiap TPS akan ada petugas yang membantu pemilih disabilitas mulai dari dia datang sampai selesai memilih dan kembali meninggalkan TPS, " paparnya.

Baca juga: Kisah Nia, Dulu Ditolak Kerja karena Cacat, Kini Punya 42 Karyawan Usaha Nata De Coco

Riki mengatakan tidak semua TPS ada pemilih disabilitas. Sementara itu untuk membuat TPS khusus disabilitas tidak mungkin, karena tidak ada dalam peraturan.

"Sedangkan jika di TPS tersebut ada pemilih yang cacat fisik, maka TPS tersebut dirancang agar besar, tujuannya agar bisa dilewati oleh kursi roda dengan mudah, " ungkapnya.

Jumlah pemilih di Kota Padang yaitu sebanyak 613.513 orang. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat diikuti empat pasangan, yaitu Mulyani-Ali Mukhni, Nasrul Abit-Indra Catri, Fakhrizal-Genius Umar dan Mahyeldi-Audy Joinaldi.

"Para pemilih dan petugas nantinya diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kemudian pemilih diimbau untuk membawa masker dan pena sendiri," ungkapnya.

Baca juga: Terduga Teroris di Sumbar Bekerja Sebagai Sopir, Wali Nagari: Orangnya Kurang Bergaul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com