Polda Sulsel Sudah Kantongi Identitas Pelempar Bom Molotov ke Pos Polisi di Makassar

Kompas.com - 02/11/2020, 19:12 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo saat hendak diwawancara wartawan di Mapolda Sulsel, Senin (21/9/2020). Dok IstimewaKabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo saat hendak diwawancara wartawan di Mapolda Sulsel, Senin (21/9/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Identitas pelempar pos polisi dengan bom molotov saat unjuk rasa tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (8/10/2020) sudah diketahui.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, identitas perusak pos polisi itu terungkap setelah dilakukan serangkaian penyelidikan yang panjang.

"Sementara ada dua yang sudah teridentifikasi. Tidak lama lagi didapat ini," ujar Ibrahim kepada wartawan saat diwawancara di Mapolda Sulsel, Senin (21/11/2020).

Baca juga: Operasi Zebra di Makassar, Hanya Pengendara Lawan Arah yang Ditilang

Ibrahim mengatakan, pelempar bom molotov mengenakan masker saat beraksi di tengah kerumunan massa yang saat itu bentrok dengan aparat di sekitar jalan layang Makassar.

Bom molotov disimpan pelaku di dalam tas sebelum dilemparkan ke arah pos lalu lintas Polrestabes Makassar.

Para pelaku, kata Ibrahim, terlebih dahulu berdiam lalu membakar bom molotov yang dibawanya. 

Ibrahim menambahkan, kini polisi juga bakal kembali memeriksa saksi-saksi yang sebelumnya ditahan saat aksi unjuk rasa tolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di Makassar.

"Kembali nanti data-datanya akan kita buka lagi untuk mencocokkan (penyelidikan)," imbuh Ibrahim.

Baca juga: Sekjen: PPP Bakal Gelar Muktamar IX Desember 2020 di Makassar

Sebelumnya diberitakan, bentrokan kembali terjadi di hari ketiga aksi demo tolak pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja di sekitar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa tersebut terjadi tidak lama setelah kericuhan pertama yang membuat polisi menembakkan gas air mata setelah dilempar batu oleh massa aksi.

Dalam bentrokan kedua ini, sebuah pos polisi lalu lintas yang berada di sekitar jalan layang Makassar dilempari bom molotov oleh seseorang dengan menggunakan masker yang diduga massa aksi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X