Kompas.com - 02/11/2020, 18:43 WIB
TERENDAM—Salah satu petugas BPBD Kabupaten Madiun meninjau rumah warga Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun yang terendam banjir pasca hujan selama delapan jam menerjang wilayah tersebut. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWITERENDAM—Salah satu petugas BPBD Kabupaten Madiun meninjau rumah warga Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun yang terendam banjir pasca hujan selama delapan jam menerjang wilayah tersebut.

MADIUN, KOMPAS.com - Sebanyak 37 rumah dilaporkan terendam air hingga setinggi lutut setelah banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Madiun, Senin (2/11/2020).

Banjir masuk hingga ke rumah warga setelah hujan selama delapan jam melanda Kabupaten Madiun sejak Minggu (1/11/2020) malam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi menyatakan, hujan yang turun selama delapan jam menyebabkan meluapnya Sungai Munggir.

“Sungai Munggir yang merupakan tumpuan aliran dari Gunung Padan dan Gunung Wilis meluap setelah hujan dengan itensitas sedang turun selama delapan dari tadi malam hingga pagi hari,” kata Zahrowi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Libur Panjang, ASN Madiun Tak Dilarang ke Luar Kota, Harus Rapid Test Saat Kembali

Luapan air Sungai Munggir, kata Zahrowi, menyebabkan beberapa titik di lima kecamatan di Kabupaten Madiun banjir hingga ketinggian 30 sentimeter.

Lima kecamatan yang terdampak banjir yakni Madiun, Balerejo, Pilangkenceng, Saradan dan Jiwan.

Akibat banjir tersebut, dilaporkan 37 rumah dan 50 hektare sawah warga terendam air, dua jalan tergenang, satu pelengsengan ambrol dan satu DAM tersumbat.

Hingga saat ini, masih dilakukan pendataan kerugian yang dialami warga akibat terjangan banjir tersebut.

 

Sementara itu, Teguh Jatmiko warga Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun menyatakan, luapan air Sungai Piring pasca hujan menyebabkan air banjir menggenang ke rumah-rumah warga.

Debit air sungai mulai meluap akibat dampak hujan yang berlangsung sejak Minggu (1/11/2020) hingga Senin (2/11/2020) pagi. “Air mulai meluap sejak tengah malam,” kata Teguh.

Baca juga: Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Akibat genangan air itu, warga yang terdampak banjir menjadi was-was. Warga khawatir banjir akan terus melanda saat hujan deras tiba.

Warga berharap pemerintah segera menyelesaikan pekerjaan plengsengan agar banjir tak lagi masuk ke rumah masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X