Survei: Machfud Arifin Lebih Populer, Elektabilitas Eri Cahyadi Unggul

Kompas.com - 30/10/2020, 18:53 WIB
Pemaparan hasil survei Populi Center di Surabaya, Jumat (30/10/2020). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALPemaparan hasil survei Populi Center di Surabaya, Jumat (30/10/2020).

KOMPAS.com - Lembaga Populi Center melakukan survei menjelang Pilkada Surabaya 2020. Berdasarkan hasil survei, calon wali kota Machfud Arifin disebut lebih populer dari Eri Cahyadi.

Populi Center mencatat, popularitas Machfud Arifin mencapai 74 persen. Sementara, Eri Cahyadi sebanyak 68,8 persen.

Peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah menyoroti angka popularitas calon wali kota Eri Cahyadi yang didukung PDI-Perjuangan dan PSI.

Sebab, angka popularitas Eri Cahyadi cukup tinggi, padahal baru sebulan lalu dideklrasikan.

"Hanya dalam waktu sebulan saja sejak September hingga Oktober, popularitas Eri Cahyadi selisih 5 persen dari Machfud Arifin, ini luar biasa," kata peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah di Surabaya, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Video Viral Truk Balapan hingga Terguling di Pantai Cemara, Polisi Periksa Salah Satu Sopir

Sementara, Machfud Arifin yang didukung delapan partai politik itu telah mendeklrasikan diri sejak awal 2020.

Jefri menambahkan, meningkatknya popularitas Eri Cahyadi karena faktor Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Eri Cahyadi lebih populer dengan anak buah Risma," terangnya.

Risma yang juga pengurus DPP PDI-P Surabaya itu sudah dua kali menjabat sebagai wali kota Surabaya sejak 2010.

Eri Cahyadi unggul di elektabilitas

Jefri mengatakan, meski kalah populer dari Machfud Arifin. Eri Cahyadi unggul dari sisi elektabilitas atau tingkat keterpilihan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X