Kejar Popularitas Machfud Arifin, Eri Cahyadi Lebih Populer dengan Istilah Anak Buah Risma

Kompas.com - 30/10/2020, 18:35 WIB
Pemaparan hasil survei Populi Center di Surabaya, Jumat (30/10/2020). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALPemaparan hasil survei Populi Center di Surabaya, Jumat (30/10/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Popularitas calon wali kota Eri Cahyadi terus meningkat sejak dideklarasikan PDI-Perjuangan.

Wali Kota Tri Rismaharini disebut menjadi salah satu figur yang mendongkrak popularitas Eri Cahyadi.

Sebulan setelah dideklarasikan PDI-Perjuangan, popularitas Eri Cahyadi hampir mengejar lawannya, Machfud Arifin yang sudah deklarasi maju sebagai calon wali kota sejak awal 2020.

Berdasarkan hasil survei Populi Center, tercatat popularitas Machfud Arifin 74 persen dan Eri Cahyadi 68,8 persen.

"Hanya dalam waktu sebulan saja sejak September hingga Oktober, popularitas Eri Cahyadi selisih 5 persen dari Machfud Arifin, ini luar biasa," kata peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah di Surabaya, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Rayakan Maulid Nabi, Pengemudi Ojol Ini Beri Promo Bayar Seikhlasnya Sebulan, Uangnya Disumbangkan

Jefri mengatakan, popularitas mantan Kepala Bappeko Surabaya itu terus naik karena selalu dikaitkan dengan Risma.

"Eri Cahyadi lebih populer dengan anak buah Risma," terangnya.

Risma yang juga pengurus DPP PDI-P Surabaya itu sudah dua kali menjabat sebagai wali kota Surabaya sejak 2010.

Elektabilitas unggul

Meski popularitasnya di bawah Machfud Arifin, elektabilitas Eri Cahyadi lebih unggul.

Populi Center mencatat, tingkat keterpilihan Eri Cahyadi-Armuji mencapai 41,0 persen. Sementara pasangan Machfud Arifin-Mujiaman memperoleh 37,7 persen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Regional
Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Regional
BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X