Komnas PA Bentuk Tim Advokasi atas Penganiayaan Sadis Balita di Medan

Kompas.com - 27/10/2020, 21:36 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait, saat diwawancarai sejumlah wartawan di Kupang, Rabu (22/7/2015) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereKetua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait, saat diwawancarai sejumlah wartawan di Kupang, Rabu (22/7/2015)

MEDAN, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan, pihaknya membentuk tim advokasi dan litigasi atas kasus penganiayaan balita berusia 4 tahun oleh paman dan bibinya berinisial S (27) dan JS (24).

Arist menyebut, penganiayaan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan.

"Jumat saya akan bertemu korban. Penganiayaan itu sudah di luar batas kemanusiaan, karena korban sampai mengalami lebam-lebam dan cacat. Ini kejahatan yang dapat diancam di atas 5 tahun," kata Arist ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Anggota Polsek Medan Barat Ditembak di Tempat Cuci Mobil

Menurut Arist, korban harus mendapatkan pembelaan dan pengawalan hukum.

Selain itu, korban perlu mendapatkan terapi psikososial, karena mengalami trauma pemukulan saat orangtuanya tidak ada (di dalam penjara).

Kemudian, korban juga harus mendapatkan pelayanan medis, mengingat adanya luka yang diderita korban.

"Artinya, proses hukum gunakan (Undang-Undang) Perlindungan Anak, agar ancaman maksimal di atas 5 tahun," kata Arist.

Baca juga: Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang Om, Maaf ya Om

Medan zona merah darurat kekerasan terhadap anak

Arist menambahkan, dilihat dari sisi provinsi, Sumatera Utara peringkat 4 setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan dalam kasus pelanggaran terhadap hak anak.

Tercatat, dari 2019 hingga Juni 2020, terjadi 8.000-an kasus terhadap anak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X