Kompas.com - 26/10/2020, 14:38 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi enggan berkomentar soal evaluasi dan harapan setahun pemerintahan Jokowi -Maruf Amin, Senin (26/10/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIGubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi enggan berkomentar soal evaluasi dan harapan setahun pemerintahan Jokowi -Maruf Amin, Senin (26/10/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Setahun enam hari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah berlangsung. Evaluasi dan harapan dilontarkan banyak orang, termasuk para kepala daerah.

Namun Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi malah enggan berkomentar soal setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.  

"Aduh, ini yang paling berat. Aku bicara Sumatera Utara aja ya, nanti salah...," kata Edy singkat kepada Kompas.com di rumah dinasnya usai berdialog dengan wartawan, Senin (26/10/2020).

"Evaluasi, mudah-mudahanlah semua berjalan dengan baik," lanjutnya. 

Baca juga: Riset I2: Setahun Jokowi-Maruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Seperti diberitakan, Selasa (20/10/2020) lalu, tepat satu tahun pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Pada pidato pertamanya di depan sidang paripurna MPR RI, Minggu (20/10/2019) petang, Jokowi menegaskan untuk menghadapi dunia yang penuh risiko, dinamis dan kompetitif dengan mengembangkan cara dan nilai-nilai baru. 

Lima prioritas pembangunan dengan sumber daya manusia dan inovasi menjadi poin utama yaitu pembangunan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mengakselerasi perekonomian rakyat. Ketiga, memangkas, memotong, menyederhanakan segala bentuk kendala regulasi. 

Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM menjadi Omnibus Law.

Keempat, penyederhanaan birokrasi besar-besaran menjadi dua level, diganti dengan jabatan fungsional. Kelima, transformasi ekonomi. 

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf, Wali Kota Solo: Biarpun Covid-19, Stabilitas Negara Terjaga

Pandemi Covid-19

Belum setengah tahun berjalan, pandemi Covid-19 menghantam semua sendi kehidupan dan mengakibatkan krisis multi dimensi, termasuk ancaman krisis politik.

Hal ini juga berakibat pada pemerintahan Jokowi-Maruf. Kontroversi dan polemik dalam penyusunan dan pengesahan Omnibus Law menjadi indikasinya. 

Tudingan dan kecaman datang dari berbagai penjuru mata angin, meski ada juga yang menilai positif dan mendukung kinerja dan kebijakan mantan wali kota Solo di periode keduanya ini.

Baca juga: Relawan Projo Sebut Kinerja Setahun Jokowi-Maruf Tidak Maksimal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X