Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 Tingkat Desa Bermunculan di Kulon Progo

Kompas.com - 16/10/2020, 22:28 WIB
Pemakaman dengan protokol Covid-19 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. DOKUMENTASI BPBD KPPemakaman dengan protokol Covid-19 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Relawan pemakaman jenazah pasien Covid-19 mulai muncul di pedesaan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mereka siap menangani penggalian hingga melaksanakan penguburan dengan protokol kesehatan.

“Sudah mulai ada di beberapa desa. Salah satu desa ada di (kapanewon atau kecamatan) Nanggulan, ada juga di kapanewon lain,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Edi Wibowo di kantornya, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Ritual Kuda Lumping Mandi dan Pengingat Bersih Diri di Tengah Pandemi

Warga sejatinya didorong terlibat dalam menangani jenazah yang pemulasarannya menggunakan protokol Covid-19, termasuk penguburan hingga dekontaminasi. Lokasi penguburan juga di pemakaman umum warga.

Semua diawali pelatihan yang diikuti relawan dan tokoh warga pada akhir September 2020.

Mereka mendapatkan pelatihan pemulasaraan jenazah dengan standar operasional dan petunjuk protokol kesehatan.

Pemakaman dengan protokol Covid-19 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.DOKUMENTASI BPBD KP Pemakaman dengan protokol Covid-19 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelatihan itu diikuti kemunculan relawan warga dan satgas pedesaan. Bahkan pembentukan Satgas ada yang melalui keputusan lurah.

BPBD turut membantu kelengkapan APD (Alat Pelindung Diri) dan disinfektan bagi satgas untuk meminimalisir peluang penularan.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Kulon Progo akibat Isolasi Mandiri yang Salah

Edi menjelaskan keberadaan relawan di pedesaan bisa meringankan tugas para relawan yang selama ini memakamkan jenazah dengan protokol kesehatan.

“Kalau kita melakukan pemakaman dan permintaan atas rekomendasi Dinkes. Tapi masyarakat yang masih belum mampu dan tak berani maka kita yang bantu,” kata Edi.

Dalam catatan BPBD Kulonprogo, relawannya telah memakamkan 55 jenazah dengan standar protokol kesehatan. Jumlah itu terdiri dari 52 jenazah status probable dan tiga positif Covid-19.

Sidomulyo di Kapanewon Pengasih salah satu yang membentuk Satgas.

Tim yang dikukuhkan surat keputusan lurah itu sementara memiliki tugas khusus menangani pemakaman saja.

Lurah Sidomulyo, Kabul, mengungkapkan Satgas ini terdiri 12 orang.

Baca juga: Usai Tabrak Gerobak Sate, Pemotor Tewas Terseret Truk di Kulon Progo

Mereka relawan yang memang terpanggil sedia melakukan pekerjaan ini bila ada kasus yang harus dimakamkan dengan SOP Covid-19.

“Untuk pemulasaraan sudah ditangani rumah sakit. Sedangkan pembuatan lubang makam dilaksanakan masyarakat setempat,” kata Lurah Sidomulyo, Kabul via pesan singkat.

Kabul mengungkapkan, sampai sekarang belum ada aktivitas pemakaman dengan standar protokol Covid-19 di wilayahnya.

Ini seiring dengan desanya yang termasuk zona hijau atau belum ada catatan terjangkit Covid-19.

“Pernah ada tiga reaktif di desa kami, tapi setelah swab hasilnya negatif. Sampai saat ini wilayah kami alhamdullilah masih zona hijau,” kata Kabul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X