Kompas.com - 12/10/2020, 22:05 WIB
Tim medis sedang mengevakusi para demonstran yang pingsan saat aksi penolakan UU Cipta Kerja di Samarinda, Kaltim, Senin (12/10/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONTim medis sedang mengevakusi para demonstran yang pingsan saat aksi penolakan UU Cipta Kerja di Samarinda, Kaltim, Senin (12/10/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran penolak omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang bertahan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (12/10/2020).

Tembakan gas air mata dan semburan air dari mobil water canon membuat demonstran yang enggan membubarkan diri berhamburan.

Massa terbelah dua sisi. Sebagian lari menuju sisi kiri jalan Teuku Umar sebagian lain berlari ke arah kanan jalur ini.

Baca juga: Temui Demonstran, Wagub Kaltim Ogah Teken Pernyataan Tolak UU Cipta Kerja

Usai tembakan gas air mata dan semburan mobil water canon, terlihat sejumlah demonstran dirawat tim medis yang bersiap di Kantor PUPR Kaltim, Jalan Tengkawang.

Kebanyakan mahasiswa yang dirawat dalam keadaan pingsan.

“Kita belum hitung tapi ada ratusan korban kita larikan ke rumah sakit,” ungkap Jendral Lapangan Aliansi Tim Medis Samarinda, Endy Satria saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Ada 12 mobil ambulans yang disiapkan tampak mondar mandir mengangkut korban dari Kantor PUPR Kaltim.

Para korban dilarikan ke Klinik Islamic Center, Rumah Sakit Herimina, Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC), Rumah Sakit Bakti Nugraha.

“Ada yang mata peri, pingsan, sesak nafas, ada yang patah tulang bagian tangan karena serempet dengan rekannya jatuh dan terinjak saat lari menghindari gas air mata,” terang dia.

Baca juga: Demonstran Duduki DPRD Kaltim, Enggan Bubar Sebelum Tuntutan Diterima

Data yang dihimpun, lanjut Endy, ada dua peserta demonstran yang patah tulang tangan.

Saat ini tim medis belum bisa merinci detail identitas dan jumlah pasti korban. Karena masing-masing korban masih mendapat perawatan medis.

Hingga berita ini diturunkan para demonstran sudah bubar. Kondisi di Jalan Teuku Umar sudah kondusif. Arus lalu lintas kembali normal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X