Lawan Petugas dengan Pistol Buatan Rusia, Pengedar Sabu Tewas Ditembak

Kompas.com - 12/10/2020, 17:14 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

MEDAN, KOMPAS.com - Jumat (9/10/2020) menjadi akhir dari perjalanan seorang pria berinisial MN. Pria yang diduga merupakan pemain lama dalam bisnis haram peredaran 8,3 kg sabu jaringan Malaysia - Tanjung Balai - Medan itu tewas tersungkur setelah ditembak polisi yang hendak menangkapnya. MN sempat melawan menggunakan pistol buatan Rusia.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakannya ketika pemaparan kasus di RS Bhayangkara Medan, pada Senin (12/10/2020) siang.

Dijelaskannya, penangkapan MN bermula informasi masyarakat akan adanya transaksi narkoba jenis sabu di Medan.  Sabu tersebut, lanjut Martuani, berangkat dari Tanjung Balai. 

Tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kemudian meresponsnya dengan membentuk tim untuk melakukan penangkapan.

Baca juga: Tangkap Pengedar Saat Transaksi, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba yang Dikendalikan dari Lapas

 

Dari situ, pihaknya menangkap seorang pria yang mengendarai mobil Honda Accord bernama AS. Setelah diamankan, ternyata barang tersebut sudah pindah tangan ke seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor berinisial MN. 

"Tim kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka yang tidak mau berhenti dan justru melakukan perlawanan menggunakan pistol, ini peluru tajam. Kita duga buatan pabrikan Rusia," katanya. 

Dijelaskannya, sebagaimana sudah menjadi doktrin di kepolisian, apabila ada tindakan tersangka diduga akan mengancam keselamatan petugas, maka diberikan tindakan tegas tepat dan terukur.

Baca juga: 6 Pengedar Narkoba Diringkus di Cianjur, Satu Anggotanya Perempuan Asal Jakarta

 

Tersangka, kata dia, terpaksa dilumpuhkan dan dalam perjalanan tak bisa diberi pertolongan, meninggal dunia. 

"Dari tersangka, kita menyita sebanyak 7 kg sabu-sabu. Dan kepada yang pertama ditangkap, dilakukan pengembangan di rumahnya di Tanjung Balai, ditemukan 1,3 kg. Polisi menduga ini adalah pemain lama," katanya. 

Martuani menambahkan, periode Desember 2019 - 11 Oktober 2020, telah terjadi 6.275 kasus tindak pidana narkoba dengan tersangka sebanyak 8.188 orang. Barang bukti yang disita yakni 479,59 kg sabu-sabu, 1.615,1 kg ganja, 10.434 batang pohon ganja, 1,28 kg biji dan 2 hektare ladang ganja.

Narkoba jenis lainnya yakni pil ekstasi sebanyak 219.542 butir, 7.077 butir happy five, 4.551 pil  Alprazolam dan 1,48  katinon.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X