Demo Tolak Omnibus Law di Sorong Ricuh, Massa Lempari Polisi dan Gedung DPRD dengan Batu

Kompas.com - 09/10/2020, 17:41 WIB
Para pendemo memaksa masuk ke gedung DPRD Kota Sorong Maichel KOMPAS.comPara pendemo memaksa masuk ke gedung DPRD Kota Sorong

SORONG, KOMPAS.com - Demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Sorong, Papua Barat, berakhir ricuh, Jumat (9/10/2020) sore,

Massa dari mahasiswa yang tak diizinkan masuk untuk menemui anggota DPRD Kota sorong berusaha menerobos blokade polisi.

Baca juga: Tega Sekali, Aku Bangun Kota Ini Setengah Mati, Kenapa Kamu Hancurin

Mahasiswa semakin bertindak anarkistis melemparkan batu ke arah polisi.

Polisi memukul mundur massa dengan menembakan gas air.

Kericuhan yang terjadi pukul 14.30 WIT itu membuat sejumlah kaca di Gedung DPRD Kota Sorong pecah.

Selain itu pos pengamanan dirusak dan pintu gerbang masuk pos dirobohkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kericuhan juga mengakibatkan dua mahasiswa mengalami luka di kaki akibat terkena lemparan batu dan satu orang mengalami sesak napas akibat gas air mata.

Situasi sempat kondusif beberapa saat. Namun, keadaan kembali tegang hingga meluas ke Jalan Sungai Maruni.

Baca juga: Anggota TGPF Ditembak KKB Usai Olah TKP Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Massa kembali membakar ban dan memblokade ruas jalan. Sejumlah kendaraan diarahkan ke jalan alternatif.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, kericuhan terjadi disebabkan massa memaksa masuk ke gedung DPRD sehingga ada penindakan tegas untuk mendorong demonstran keluar.

 

Ary menambahkan, aksi kali ini tanpa pemberitahuan sehingga koordinator unjuk rasa akan dipanggil.

"Kemudian dalam situasi pendemi Covid-19 tidak ada kegiatan berkumpul massa agar tidak ada klaster baru. Mereka tetap memaksa (akhirnya) kita amankan dan kawal jalannya aksi demo," ujar Ary.

Ary menuturkan, pihak kepolisian sudah memprediksi bahwa ada beberapa siswa SMK dan orang-orang dari luar yang menyusup masuk untuk memanfaatkan situasi.

Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga melakukan pelemparan dan diketahui bukan mahasiswa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X