Kompas.com - 07/10/2020, 20:29 WIB
Isak tangis dan penaburan bunga melepas jenazah Sudiman. KOMPAS.com/A. FaisolIsak tangis dan penaburan bunga melepas jenazah Sudiman.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Sudiman, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Pemkot Probolinggo meninggal dunia karena Covid-19, Rabu (7/10/2020).

Sejumlah pejabat dan staf Dispertahankan Pemkot Probolinggo berada di pinggir jalan melepas kepergian Sudiman saat jenazah dibawa keluar dari RSUD dr Moh Saleh.

Baca juga: Sambil Menangis dan Peluk Kapolres Blitar, Kasat Sabhara: Maafkan Saya, Ndan

 

Isak tangis dan taburan bunga mewarnai pelepasan jenazah.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo Abraar Kuddah mengatakan, Sudiman menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Moh Saleh selama empat hari.

Baca juga: Akhir Perseteruan Kasat Sabhara dan Kapolres Blitar, Berdamai dan Berpelukan, Agus Dimutasi

Kemudian Sudiman yang juga Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja masuk ruang IGD RSUD dr Moch Saleh, Minggu (4/10/2020). 

Sejak masuk IGD, Abraar sudah yakin Sudiman terinfeksi corona setelah melihat kondisi paru-parunya yang mengalami vibrosis dan gejala lainnnya.

Sudiman kemudian menjalani tes swab pada Senin (5/10/2020) pagi, dan sorenya dinyatakan positif Covid-19.

Selanjutnya, pada Selasa (6/10/2020) Sudiman menjalani terapi dan sempat diberi obat.

Namun, perawatan intensif yang diberikan tidak bisa menyelamatkan nyawa Sudiman. 

"Tadi meninggal dunia sekitar pukul 11.45. Sejak awal kami yakin almarhum positif Covid-19. Terbukti setelah hasil tes swabnya keluar. Keluarganya sudah di-tracing oleh Satgas Kabupaten Probolinggo, karena keluarganya tinggal di Kabupaten Probolinggo," kata Abraar di RSUD dr Moh Saleh, Rabu.

Kepergian Sudiman meninggalkan kesedihan bagi stafnya.

Menurut V, salah seorang staf Dispertahankan, Sudiman sosok yang baik dan dekat dengan bawahan. Sudiman juga dikenal pribadi yang ramah dan ceria.

Sudiman sering minum kopi bareng staf di halaman depan kantor Dispertahankan.

 

"Tak hanya bagi staf, pengusaha UMKM di bawah binaan Dispertahankan juga merasa kehilangan. Produk mereka sering diborong Bapak Sudiman saat ada kegiatan," ujar V saat menghadiri pelepasan jenazah di RSUD.

Sekretaris Dispertahankan Yoyok Imam Siswahyudi menyebut, Sudiman sosok pimpinan yang unik.

Sejak menjadi ASN 28 tahun silam, Yoyok baru menemukan kepala OPD yang bisa bergaul dengan semua kalangan.

"Bagi almarhum Pak Sudiman, tidak ada pimpinan dan bawahan, semuanya dianggap rekan kerja sehingga Pak Sudiman diterima dengan baik oleh seluruh kalangan. Kepada bawahan dia bisa membaur, kepada atasan Pak Sudiman juga bisa berkomunikasi dengan baik," kata Yoyok.

Kabar meninggalnya Sudiman viral di aplikasi WhatsApp. Sejumlah kolega dan ASN Kota Probolinggo mengunggah ucapan bela sungkawa atas kepergian Sudiman yang humoris dan periang itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X