Tembakau Gorila Kembali Marak di Tasikmalaya, Penjualnya Pakai Sistem Tempel

Kompas.com - 05/10/2020, 13:50 WIB
Barang bukti paket gorila siap edar diamankan dari pengedar asal Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (5/10/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHABarang bukti paket gorila siap edar diamankan dari pengedar asal Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (5/10/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polresta Tasikmalaya, berhasil menangkap BS (44) salah seorang pengedar narkoba jenis tembakau gorila dengan sistem tempel di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (4/10/2020) malam.

Pelaku mengaku peminat tembakau gorila di Kota Tasikmalaya kembali marak saat kondisi pandemi corona.

Petugas mendapatkan 18 paket plastik tembakau gorila siap edar, satu timbangan digital dan HP saat pria tersebut digerebek usai menyimpan salah satu paket yang dijanjikan dengan calon pembeli.

Baca juga: 10 Ambulans Konvoi Lagi Bawa 40 Santri Positif Corona di Tasikmalaya, Rusunawa Penuh

"Tersangka asal Cihideung, Kota Tasikmalaya, dan selama ini mendapatkan barangnya yang dijual kembali di Tasikmalaya itu dari Depok," jelas Kepala Satnarkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Ade Hermawan Mulyana, kepada wartawan di kantornya, Senin (5/10/2020).

Ade menambahkan, pelaku berhasil ditangkap setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa selama ini sering menjual tembakau gorila.

Paket tembakau gorila itu dibungkus oleh pelaku memakai plastik kecil bening dengan berat timbangan keseluruhan sebanyak 25 gram.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Rp 10 Miliar untuk Menangani Covid-19

Sebanyak 18 paket bening tersebut dibungkus kembali dengan kresek hitam untuk mengelabui petugas selama ini.

"Pelaku mengaku barang tersebut dibeli seharga Rp 2.100.000 dengan cara ditransfer. Kemudian barang tersebut dikirim ke alamat yang telah disepakati atau sistem tempel. Tersangka mengedarkan lagi tembakau gorila yang sudah dibungkus paket-paket kecil dengan cara menjatuhkan di sebuah tempat yang sudah disepakati," tambah Ade.

Saat ini, petugas telah mengamankan tersangka berikut barang buktinya di Mako Polresta Tasikmalaya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tasikmalaya Meningkat, Jurnalis Paling Rentan Tertular Saat Peliputan

Kasusnya pun masih terus dikembangkan petugas untuk mengungkap jaringan pengedar tembakau gorila di Kota Tasikmalaya.

Sesuai keterangan pelaku, identitas pemasoknya pun sudah diketahui dan sekarang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yakni pasal 112 ayat 1 juncto pasal 114 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X