10 Ambulans Konvoi Lagi Bawa 40 Santri Positif Corona di Tasikmalaya, Rusunawa Penuh

Kompas.com - 03/10/2020, 09:59 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 10 ambulans milik Pemerintah Kota Tasikmalaya berkonvoi lagi mengevakuasi 40 santri positif corona dari klaster pesantren ke gedung isolasi darurat Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi (UNS) Tasikmalaya, Jumat (2/10/2020).

Tambahan pasien positif itu membuat bangunan Rusunawa penuh dan pemerintah setempat mulai menyiapkan Rumah Sakit (RS) darurat dengan menyewa dua hotel di Kota Tasikmalaya.

Apalagi, proses tracing dan tes swab di klaster pesantren masih dilaksanakan dan menunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan.

"Iya, hari tadi sebanyak 10 ambulans konvoi lagi membawa pasien positif sebanyak 40 orang. Proses evakuasi dilakukan penjemputan dua kali bolak balik. Rusunawa langsung penuh, kita sedang proses RS darurat," jelas Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, kepada wartawan, Jumat petang.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Rp 10 Miliar untuk Menangani Covid-19

Ivan menambahkan, jumlah keseluruhan pasien positif yang dirawat di beberapa rumah sakit dan rusunawa sebanyak 137 pasien sampai hari ini.

Dari jumlah itu, sebanyak 16 pasien dikarantina terkonfirmasi positif simptomatik dan 121 pasien diisolasi terkonfirmasi asimptomatik.

Sebanyak 9 pasien terkonfirmasi positif melalui simptomatik meninggal dunia dan dari asimptomatik nol kematian.

"Proses evakuasi tadi dari jumlah 53 santri yang diketahui positif kemarin ditambah 2 orang diketahui positif hari ini. Dari jumlah itu sebanyak 40 orang diisolasi di Rusunawa dan sisanya ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya," tambah Ivan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tasikmalaya Meningkat, Jurnalis Paling Rentan Tertular Saat Peliputan

Pihaknya mulai mengevakuasi pasien terkonfirmasi positif sejak Jumat pukul 14.00 WIB.

Jika sampai nantinya pasien bertambah lagi, Ivan mengatakan akan segera mempersiapkan RS darurat di hotel dan Gelanggang Olahraga (GOR) Dadaha, Kota Tasikmalaya.

"Makanya kita sedang mempersiapkan RS darurat karena dari klaster pesantren masih ada yang di tes swab," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Titi K menyebut, total jumlah pasien positif corona yang dirawat di Rusunawa UNS berjumlah 72 orang dan kondisinya sudah tak bisa menampung lagi.

"Total semuanya di Rusunawa sampai tak bisa diisi lagi sekarang sebanyak 72 pasien," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Hadirkan Medan Street Art Festival Mural dan Graffiti, Walkot Bobby Dapat Apresiasi dari Penggiat Seni Mural

Regional
Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.