Nasib Giman, Dulu Viral Rumahnya Berpindah Tempat dalam Semalam, Kini Beli Semen pun Tak Mampu

Kompas.com - 04/10/2020, 15:28 WIB
Rumah milik Giman (47) warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. KOMPAS.com/SUKOCORumah milik Giman (47) warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

NGAWI, KOMPAS.com – Sempat viral karena dikabarkan memindah rumah lengkap dengan genting ke pondasi setinggi 130 cm seorang diri, rumah Giman yang berada di Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar,  Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kini terlihat mangkrak.

Tak banyak perubahan sejak Kompas.com berkunjung pada awal Bulan Juli lalu.

Dinding bangunan rumah setinggi 1,5 meter tak ada perubahan. Bahkan ruang tengah yang berada di bawah tanah terlihat pasangan batanya terlihat mulai miring.

“Karena timbunan tanah diinjak-injak ribuan orang membuat dinding bata geser 2 centimeter,” ujar Giman kepada Kompas.com, Minggu (04/10/2020).

Baca juga: Viral, Video Sebuah Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam, Ini Pengakuan Pemilik

Giman yang ditemui di rumah tetangganya membantu memindahkan rumah dengan cara digotong beramai-ramai tersebut mengaku hanya mendapat bantuan dari pemerintah desa sekitar Rp 2,5 juta.

Giman juga mengaku mendapat  sumbangan sukarela dari pengunjung yang datang meski jumlahnya tak seberapa. Saat ini untuk beli semen saja dia mengaku kesulitan.

”Bantuan Rp 2,5 juta habis untuk beli kebutuhan anak saya, beli susu buat makan. Kalau buat bangun (rumah) mana cukup,” katanya.

Baca juga: Penasaran, 1.000 Orang Datangi Rumah Viral yang Diyakini Berpindah Tempat dalam Semalam

Viral, dikunjungi lebih dari 10.000 orang

Umah Giman menurut Ketua BPD Desa Mengger Suprawoto dikunjungi lebih dari 10.000 orang.

Meski tak seramai dulu, saat ini masih saja ada pengunjung dari luar kota yang melihat lihat rumah Giman menanyakan perihal bagaimana rumah dengan 16 tiang dan atap masih ada gentingnya tersebut bisa dinaikkan ke pondasi setinggi 1,3 meter dan digeser ke arah Utara sejauh 1 meter seorang diri.

“Empat hari sejak viral kemarin sehari ada 5.000 an pengunjung. Sekarang paling satu dua yang lihat,” katanya.

Meski dikunjungi lebih dari 10.000 orang, namun Giman mengaku saat ini dirinya tak lagi memiliki uang untuk menyelesaikan bangunan rumah yang dibangun setahun lalu.

Rencana penyelesaian rumahnya terbengkalai karena saat itu banyaknya pengunjung membuat Giman tak bisa bekerja.

Baca juga: Dibangun Bertahap dan Bantah Ada Mistis, Cerita Giman tentang Rumahnya yang Disebut Bisa Berpindah Tempat

 

Terbengkalai, saat banjir mengungsi

Kamar bawah tanah yang membuat rumah Giman terlihat seperti memiliki 2 lantai. Sempat dikunjungi lebh dari 10.000 orang pasca viral karena dikabarkan Giman mengangkat sendiri rumah dengan 16 tiang ke atas pondasi setinggi1,30 meter,KOMPAS.COM/SUKOCO Kamar bawah tanah yang membuat rumah Giman terlihat seperti memiliki 2 lantai. Sempat dikunjungi lebh dari 10.000 orang pasca viral karena dikabarkan Giman mengangkat sendiri rumah dengan 16 tiang ke atas pondasi setinggi1,30 meter,
“Sekarang enggak ada uang untuk menyelesaikan. Sekarang nganggur, “ ucapnya.

Bangunan rumah bagian depan yang terbuat dari kayu jati milik Giman bahkan saat ini terendam air ketika hujan mengguyur.

Giman bersama anak semata wayangnya terpaksa menumpang tidur di rumah ibunya yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya.

“Iya kalau hujan banjir karena air mengumpul di bangunan rumah depan karena bagian belakang sudah tinggi,” ucapnya.

 

Senang jika ada yang membantu

Desain rumah miliknya yang sempat viral tersebut merupakan hasil pemikiran Giman sendiri, Meski  hanya lulusan SD, Giman pernah mengerjakan desain perumahan saat bekerja di Jakarta.

Dia mengaku pulang ke Ngawi karena pandemi Covid-19 yang membuatnya tak lagi bisa bekerja sebagai pedagang kopi keliling.

“Kemarin masih ada uang makanya mau menyelesaikan rumah yang sudah setahun lebih saya bangun,” katanya.

Karena anggaran yang minim membuat Giman kesulitan menemukan pemborong yang mau menyelesaikan rumahnya.

Meski tak pernah berharap, dia mengaku akan senang jika ada yang membantu membiayai menyelesaikan rumahnya.” Saya tidak berharap, tapi untuk hidup saja susah karena sudah tidak kerja,” ujarnya.

 

Lulusan SD tapi bisa mendesain rumah

 

Giman, warga Desa Mengger menjadi viral setelah berhasil memindahkan tiang rumahnya ke pondasi setinggi1,30 meter tanpa bantuan orang lain. Diamengaku jika memiliki keyakinan yang kuat, segala sesuatu bisa terjadi.KOMPAS.COM/SUKOCO Giman, warga Desa Mengger menjadi viral setelah berhasil memindahkan tiang rumahnya ke pondasi setinggi1,30 meter tanpa bantuan orang lain. Diamengaku jika memiliki keyakinan yang kuat, segala sesuatu bisa terjadi.
Pernah mendesain dan membangun rumah saat bekerja di Jakarta membuat Giman akhirnya nekat menyelesaikan bangunan rumahnya seorang diri, hingga warga heran melihat rumah Giman tahu-tahu sudah berpindah ke atas pondasi setinggi 1,30 meter yang akhirnya membuat rumah Giman viral di media sosial.

Rumah Giman memiliki satu kamar berukuran 4X5 meter yang berada di bawah tanah. Kamar tersebut berawal dari kesulitan Giman mencari tanah urukan untuk pondasi rumahnya sehingga dia menggali kamar tersebut kemudian tanahnya digunakan untuk menimbun pondasi di kanan dan kiri rumahnya.

Karena lokasinya yang berada di bawah tanah membuat rumah Giman terlihat seperti memiliki 2 lantai.

“Kalau enggak viral nggak ada yang tahu ada kamar di bawah tanah karena rencananya ada 3 pintu sebelum masuk ke kamar,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X