Bantu Kampanye Putra Presiden di Pilkada Solo, Megawati dan Sandiaga Uno Siap "Turun Gunung"

Kompas.com - 04/10/2020, 10:58 WIB
Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Teguh Prakosa (kanan), berpose bersama Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo, di Kantor DPC PDI-P Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). PDI Perjuangan resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. DOK. TIM KOMUNIKASI DAN MEDSOS GPasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Teguh Prakosa (kanan), berpose bersama Ketua DPC PDI-P Solo FX Hadi Rudyatmo, di Kantor DPC PDI-P Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). PDI Perjuangan resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Sejumlah elite politik dikabarkan akan turun tangan untuk menjadi juru  kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Pilkada 2020.

Dari rangkuman pemberitaan Kompas.com, sejumlah tokoh politik yang akan "turun gunung" melakukan kampanye itu antara lain Sandiaga Salahuddin Uno, Megawati Soekarnoputri, dan Puan Maharani.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan elektabilitas Gibran-Teguh dalam Pilkada 2020 nanti.

Namun demikian, karena kondisinya masih dalam situasi pandemi corona, kampanye yang akan dilakukan sejumlah tokoh itu kemungkinan secara virtual.

Alasan Sandiaga Uno turun tangan

Pasangan Sandiaga Uno dan Nur AsiaYouTube/Th Hermansyah A6 Pasangan Sandiaga Uno dan Nur Asia

Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno membenarkan informasi terkait kesediaan Sandiaga Salahuddin Uno untuk menjadi juru kampanye (jurkam) putra presiden tersebut.

Menurutnya, Sandiaga bersedia menjadi jurkam Gibran-Teguh karena tidak lepas dari lobi politik di tingkat elite.

"Lobi-lobinya politik tingkat tinggi. Karena Ketum kami (Prabowo Subianto) dengan Pak Jokowi sangat dekat sekali. Ketum kami dengan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) sangat dekat sekali. Termasuk Bang Sandi dengan Pak Jokowi sangat dekat sekali. Jadi pembicaraannya sudah tingkat tinggi," kata Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno saat dihubungi Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Sandiaga Uno Jadi Jurkam Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, bentuk kampanye yang akan dilakukan tersebut kemungkinan melalui virtual.

Sandiaga, kata Ardianto, selama ini dianggap cukup mendukung program yang digagas pasangan Gibran-Teguh. Salah satunya terkait dengan pemberdayaan pelaku UMKM.

"Bang Sandi ini sangat nyambung dengan Mas Gibran dengan UMKM-nya itu," tutur dia.

Kehadiran Megawati dan Puan Maharani

Ketua Umum PDI-P Soekarnoputri saat meresmikan Monumen Mutiara Bangsa di Palu, Sulawesi Tengah secara virtual, Rabu (22/7/2020). Dokumentasi PDI-P Ketua Umum PDI-P Soekarnoputri saat meresmikan Monumen Mutiara Bangsa di Palu, Sulawesi Tengah secara virtual, Rabu (22/7/2020).

Terpisah, strategi serupa juga akan dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani juga dikabarkan ikut turun tangan untuk menjadi juru kampanye putra presiden tersebut.

"Iya pasti (Megawati dan Puan jadi Jurkam). Semua petinggi partai itu menjadi jurkam untuk Pilkada Solo. Kalau enggak didaftarkan dulu kan enggak boleh nanti tiba-tiba datang (kampanye) terus jadi jurkam kan enggak boleh sama KPU," kata Ketua Pemenang bakal pasangan calon Gibran-Teguh, Putut Gunawan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Megawati dan Puan Jadi Jurkam Gibran-Teguh di Pilkada Solo

Dengan kehadiran Megawati menjadi jurkam tersebut diharapkan dapat meningkatkan elektabilitas pasangan Gibran-Teguh pada Pilkada nanti.

Adapun, terkait dengan teknis kampanye yang akan dilakukan ketua umumnya tersebut belum bisa dipastikan. Namun demikian, kemungkinan dilakukan secara daring.

"Semua harapan (Megawati) hadir. Tetapi kan sekarang ada pembatasan yang lebih ketat soal protokol Covid-19. Jadi kabarnya hanya diperbolehkan untuk 50 orang, masak Bu Mega mau datang ke Solo hanya untuk pidato pada 50 orang, kan enggak, mungkin nanti Bu Megawati pidato melalui daring," ungkapnya.

Penulis : Labib Zamani, Haryanti Puspa Sari | Editor : Dony Aprian, Fabian Januarius Kuwado



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PN Surabaya Minta PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Begini Duduk Perkaranya

PN Surabaya Minta PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Begini Duduk Perkaranya

Regional
1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

Regional
Prostitusi Online Berkedok Spa di Bandung, Pelaku Beralasan Terdampak Pandemi

Prostitusi Online Berkedok Spa di Bandung, Pelaku Beralasan Terdampak Pandemi

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Bupati Ponorogo Segera Terapkan PPKM

Masuk Zona Merah Covid-19, Bupati Ponorogo Segera Terapkan PPKM

Regional
Kata Bupati Pati soal Fotonya Tak Kenakan Masker di Acara Pernikahan Viral

Kata Bupati Pati soal Fotonya Tak Kenakan Masker di Acara Pernikahan Viral

Regional
Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Regional
Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Regional
Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Regional
Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Regional
Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Regional
Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Regional
Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Regional
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Regional
4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X