Seorang Ibu Tewas akibat Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya

Kompas.com - 01/10/2020, 19:03 WIB
Jasad Nurhayati (50) tergeletak di bawah pohon sawit sebelum dievakuasi petugas kepolisian di Desa Serai Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu, Riau, Rabu (30/9/2020) malam. IRT ini tewas akibat terlilit tali sapi yang digembalakannya. Dok Polres InhuJasad Nurhayati (50) tergeletak di bawah pohon sawit sebelum dievakuasi petugas kepolisian di Desa Serai Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu, Riau, Rabu (30/9/2020) malam. IRT ini tewas akibat terlilit tali sapi yang digembalakannya.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Nurhayati (50), seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, tewas akibat terlilit tali sapi yang digembalakannya.

Ps Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadiannya kemarin, Rabu (30/9/2020) sekitar pukul 19.00 WIB, di kebun sawit milik warga Desa Serai Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu," ujar Misran kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Kamis (1/10/2020) sore.

Ia mengatakan, korban ditemukan tewas di bawah pohon sawit dengan posisi badan menelungkup dan terlilit tali ikatan sapi.

"Korban tergeletak di bawah batang sawit dengan kondisi terlilit tali sapi dengan batang pohon sawit dan sapinya masih terikat dengan tali yang melilit korban," kata Misran.

Baca juga: Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Korban, lanjut dia, mengalami luka robek di perut bagian kiri dan telinga kanan diduga karena terkena dahan sawit.

Di dada korban ditemukan bekas ikatan tali dan luka robek di leher. Kepala korban juga mengalami luka parah.

Anggota Polsek Peranap selanjutnya datang ke lokasi kejadian.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan barang bukti sepasang sandal warna merah milik korban dan sandal kuning milik suaminya yang tertinggal di lokasi kejadian.

Polisi juga menemukan dua tali tambang yang masing-masing sepanjang 2,5 meter dan 3,5 meter.

Satu tambang sepanjang 3,5 meter terlilit di pohon sawit, botol air minum dan potongan pakaian korban yang robek di tanah bekas pijakan kaki sapi.

"Korban dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum," kata Misran.

Baca juga: Kasus Pemerasan 63 Kepsek di Riau, 6 Pejabat Kejari Inhu Dijatuhi Hukuman Disiplin

Misran menyebutkan, berdasarkan keterengan para saksi dan petunjuk, korban meninggal akibat terlilit tali sapi.

"Korban ini memang kerjanya sore hari menggembala sapi," pungkas Misran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bandung Tewas Ditikam Sepulang Berikan Bantuan ke Korban Longsor Sumedang

Warga Bandung Tewas Ditikam Sepulang Berikan Bantuan ke Korban Longsor Sumedang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 16 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 16 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Januari 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Januari 2021

Regional
2 Napi Penjual Ganja di Lapas Lhokseumawe Ditangkap

2 Napi Penjual Ganja di Lapas Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Jasad Pipit Piyono Teridentifikasi 5 Hari Pascakecelakaan Sriwijaya Air SJ 182

Jasad Pipit Piyono Teridentifikasi 5 Hari Pascakecelakaan Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Gempa di Majene, 2 Kecamatan Terisolir, Ada Korban yang Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan

Gempa di Majene, 2 Kecamatan Terisolir, Ada Korban yang Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Januari 2021

Regional
Banjir Bandang Juga Landa Bima NTB, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Banjir Bandang Juga Landa Bima NTB, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 Januari 2021

Regional
Tiba di Lampung, Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diserahkan ke Keluarga

Tiba di Lampung, Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diserahkan ke Keluarga

Regional
Update Banjir Kalsel, Ribuan Jiwa Penuhi Posko Pengungsian di Banjarbaru

Update Banjir Kalsel, Ribuan Jiwa Penuhi Posko Pengungsian di Banjarbaru

Regional
Aturan Baru, Penumpang Masuk Kepri Tak Boleh Sakit, Gubernur: Harus Jujur

Aturan Baru, Penumpang Masuk Kepri Tak Boleh Sakit, Gubernur: Harus Jujur

Regional
Rasakan Gempa Susulan di Mamuju, Mensos Risma Ingatkan Hal Ini

Rasakan Gempa Susulan di Mamuju, Mensos Risma Ingatkan Hal Ini

Regional
Sempat Kabur Setelah Jadi Tersangka, Terduga Mafia Tanah di Labuan Bajo Ditangkap

Sempat Kabur Setelah Jadi Tersangka, Terduga Mafia Tanah di Labuan Bajo Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X