Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Kompas.com - 28/09/2020, 06:41 WIB
Sukri dan kedua anaknya yang selamat dalam kecelakan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir, Minggu (27/9/2020) sore. Kompas.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGSukri dan kedua anaknya yang selamat dalam kecelakan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir, Minggu (27/9/2020) sore.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Kecelakaan maut di jalan lintas timur (Jalintim) Palembang- Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Minggu (27/9/2020) petang membawa korban dua orang tewas di TKP. 

Satu dari dua orang korban tewas dalam kecelakaan maut itu di dibawa ke rumah sakit di Indralaya.

Satu keluarga yang mengendarai bentor (becak motor) selamat, terdiri atas ayah, ibu dan dua anak. Mereka juga dibawa ke RS di Indralaya. 

Di RS Indralaya, satu jenazah yang identitasnya belum diketahui tubuhnya tampak sudah ditutup kain.

Tampak istri pengendara bentor mukanya lebam membengkak akibat kecelakaan itu. Sementara pengendara bentor bernama Sukri dan dua anaknya hanya mengakami luka ringan, sehingga ia pun leluasa menceritakan kisahnya. 

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalintim Palembang-Ogan Ilir, Ayah dan Anak Tewas di TKP

Saksi: mobil putih ngebut, tabrak motor dan 2 bentor

Menurut Sukri, saat kejadian ia sedang mengendarai bentor bersama istri serta kedua anaknya. 

Tiba-tiba dari arah depan atau dari arah Kayugung melaju kendaraan minibus warna putih yang cukup kencang lalu menabrak sepeda motor di depannya.

Usia menabrak sepeda motor kendaraan itu terus menabrak bentor didepannya dan terakhir menabrak bentor yang ia kendarai bersama istri dan kedua anaknya.

"Seingat saya mobil ngebut nian pak, saya tidak tahu jenisnya tapi warnanya putih. Aku yang terakhir ditumburnya sebelumnya numbur bentor depan saya," kata Sukri sambil memeluk anaknya yang masih kecil, saat ditemui Kompas.com di RS, Minggu malam. 

Sukri menambahkan, dalam kejadian itu ia mengetahui ada korban yang meninggal dunia. "Ya ada yang meninggal," katanya lagi.

Baca juga: Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X