Kompas.com - 24/09/2020, 07:39 WIB
Polda Banten bongkar klinik kecantikan ilegal di Kota Serang KOMPAS.com/RASYID RIDHOPolda Banten bongkar klinik kecantikan ilegal di Kota Serang

SERANG, KOMPAS.com - Polda Banten berhasil membongkar praktik kecantikan abal-abal yang dilakukan oleh wanita muda berinsial NON (25), Senin (21/9/2020).

Tersangka NON ditangkap karena membuka klinik kecantikan ilegal.

NON juga kedapatan menyimpan obat psikotropika di rumahnya di Perumahan Bumi Agung Permai, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Banten.

"Tersangka NON ini tidak memiliki sertifikasi sesuai undang-undang yang harus dimiliki dalam melakukan tindakan medis," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan, Rabu (23/9//2020).

Berikut beberapa fakta menarik yang dirangkum Kompas.com:

1. Tidak lulus sekolah perawat

Susatyo mengungkapkan, keahlian pelaku dalam menyuntik hingga menginfus cairan pemutih ke tubuh pasiennya didapat dari sekolah keperawatan yang pernah diambil.

Namun, pelaku tidak lulus dan tidak mendapatkan ijazah atau sertifikasi dari sekolah keperawatan.

"Bahwa tersangka ini hanya pernah sekolah perawat. Namun tidak selesai tanpa ijazah," ujar Susatyo.

2. Seminggu lima pasien

Praktik perawatan kecantikan itu dilakukan di rumah pelaku yang juga dijadikan klinik sejak  2018.

Sudah banyak pasien yang datang.

Namun, belum ada yang komplain dengan penanganan yang dilakukan tersangka.

"Dalam seminggu ada lima pasien yang datang untuk dilayani," ujar Susatyo.

3. Promosi melalui medsos

Kebanyakan pasien yang ditangani pelaku ini didominasi kaum remaja wanita di daerahnya yang ingin tampil menarik dan cantik secara instan.

Kegiatan tersangka dipromosikan menggunakan media sosial di akun Instagram @whitening_ original_ serang.

"Sehingga menarik masyarakat untuk menerima layanan medis berupa kecantikan," kata Susatyo.

4. Biaya perawatan hingga jutaan rupiah

Tersangka NON mematok tarif kepada pasiennya sebesar Rp 300.000 sampai Rp 2 juta dalam satu kali perawatan.

Besar kecilnya biaya yang harus dikeluarkan pasien tergantung penanganannya.

"Dia ini mengerjakan sendiri tanpa dibantu asisten," ujar Susatyo.

5. Jual obat psikotropika

Petugas mendapatkan barang bukti berupa dua jenis obat psikotropika yakni Riklona dan Alprazolam yang disembunyikan pelaku di bawah kasur di kamar tidurnya.

"Obat dipakai dan dijual ke orang-orang yang saya kenal saja. Bukan untuk obat kecantikan," ujar NON.

Adapun, kedua obat tersebut merupakan obat keras untuk penenang yang tidak mudah didapatkan, karena butuh resep dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X