Meski Lockdown dan Larang WNI Masuk, Malaysia Masih Terima Ekspor dari Nunukan

Kompas.com - 18/09/2020, 14:54 WIB
Salah satu kapal pengangkut ikan saat menjalani pemeriksaan di SKPT Sebatik sebelum melanjutkan perjalanan ke dermaga Tawau Malaysia (SKPT) Kompas.com/Ahmad DzulviqorSalah satu kapal pengangkut ikan saat menjalani pemeriksaan di SKPT Sebatik sebelum melanjutkan perjalanan ke dermaga Tawau Malaysia (SKPT)

NUNUKAN, KOMPAS.com – Kebijakan lockdown dan larangan masuk untuk warga negara Indonesia (WNI) pada masa pandemi Covid-19 yang diterapkan Pemerintah Malaysia tidak memengaruhi aktivitas ekspor dari Nunukan, Kalimantan Utara, ke Tawau, Sabah, Malaysia.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Nunukan Sigit Trihatmoko mengatakan, lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan oleh Pemerintah Malaysia hanya berlaku pada lalu lintas orang.

"Kalau barang ekspor masih bisa dan terus berlangsung, yang di-lockdown Pemerintah Malaysia hanya WNI, bukan komoditas yang selama ini diperdagangkan. Bahkan pulang dari sana, kita masih bisa memuat berbagai kebutuhan pokok," ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Dituding Covid-19 dan Dijadikan Bahan Kampanye, Jubir Pemkab Nunukan: Corona Bukan Aib

Tercatat sejumlah komoditas ekspor dari Nunukan adalah rokok, batu bara, CPO dan turunannya, rumput laut, mi instan, dan barang campuran.

Bea Cukai Nunukan mencatatkan devisa sebesar Rp 827 miliar pada medio Januari hingga pertengahan September 2020.

Sigit mengatakan, pembolehan ekspor dilakukan dengan catatan kapal dari Indonesia hanya bisa sandar di Dermaga Tawau. Anak buah kapal (ABK) dilarang turun.

"Sesekali kapal kita dilarang sandar ke Dermaga Tawau, jadi barang barang ekspor dilansir ship to ship di tengah lautan," jelasnya.

Kebijakan ini juga cukup memengaruhi durasi waktu bongkar muat di dermaga karena harus antre.

Baca juga: Buaya Raksasa Terdeteksi di Perairan Nunukan, Panjang 15 Meter dan Lebar 2,5 Meter

Namun di sisi lain, kebijakan ini sangat menguntungkan masyarakat Nunukan yang sampai hari ini masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap asupan sembako Malaysia.

Kebutuhan bahan pokok masih bisa terpenuhi meski kadang mengalami keterlambatan suplai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir dan Tanah Longsor Landa Trenggalek akibat Hujan Deras Semalaman

Banjir dan Tanah Longsor Landa Trenggalek akibat Hujan Deras Semalaman

Regional
Bunga Bangkai Titanum Mekar di Areal Kebun Warga di Agam Sumbar

Bunga Bangkai Titanum Mekar di Areal Kebun Warga di Agam Sumbar

Regional
Jelang Libur Panjang, Penumpang KA Wisata Naik 100 Persen, Perjalanan Ditambah

Jelang Libur Panjang, Penumpang KA Wisata Naik 100 Persen, Perjalanan Ditambah

Regional
Libur Panjang, Polda Sumbar Imbau Masyarakat di Rumah Saja

Libur Panjang, Polda Sumbar Imbau Masyarakat di Rumah Saja

Regional
Pemkab Karawang Pantau Pergerakan Pemudik Jelang Libur Panjang

Pemkab Karawang Pantau Pergerakan Pemudik Jelang Libur Panjang

Regional
Ini Ciri-ciri Mayat Perempuan yang Ditemukan di Pinggir Sungai Sungon, Madiun

Ini Ciri-ciri Mayat Perempuan yang Ditemukan di Pinggir Sungai Sungon, Madiun

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Wakilnya Jamin Pelayanan Masyarakat Terus Berjalan

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Wakilnya Jamin Pelayanan Masyarakat Terus Berjalan

Regional
Ini Penjelasan Lengkap BPPTKG Soal Merapi Erupsi dalam Waktu Dekat

Ini Penjelasan Lengkap BPPTKG Soal Merapi Erupsi dalam Waktu Dekat

Regional
Waspada La Nina, 4 Wilayah Kota Serang Banten Rawan Banjir dan Longsor

Waspada La Nina, 4 Wilayah Kota Serang Banten Rawan Banjir dan Longsor

Regional
Kejutan untuk Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Tengah Pandemi Corona

Kejutan untuk Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Tengah Pandemi Corona

Regional
Berencana ke Bandung Saat 'Long Weekend'? Waspada Genangan Saat Hujan

Berencana ke Bandung Saat "Long Weekend"? Waspada Genangan Saat Hujan

Regional
Libur Panjang, Wisatawan dari Jakarta Akan Diputar Balik di Puncak Bogor

Libur Panjang, Wisatawan dari Jakarta Akan Diputar Balik di Puncak Bogor

Regional
Kondisi Polisi yang Dibacok Parang Eks Napi di Makassar Mulai Membaik

Kondisi Polisi yang Dibacok Parang Eks Napi di Makassar Mulai Membaik

Regional
Ini Cerita Penyebab Ratusan Santri di Garut Terpapar Covid-19, hingga Dijemput Petugas Pakai APD

Ini Cerita Penyebab Ratusan Santri di Garut Terpapar Covid-19, hingga Dijemput Petugas Pakai APD

Regional
Banjir Rendam 5 Desa dan Jalan Raya di Cilacap, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Banjir Rendam 5 Desa dan Jalan Raya di Cilacap, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X