PSK yang Tewas Saat Layani Tamu Terima 6 Pelanggan Hari Itu, Sempat Dilarang Suami

Kompas.com - 16/09/2020, 06:22 WIB
Ilustrasi STOCKVAULT.netIlustrasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya seorang pekerja seks komersial ( PSK) di sebuah kamar hotel usai melayani pelanggannya.

Dari kasus ini, polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka.

"Sudah dilakukan otopsi pemeriksaan dalam, tapi untuk hasilnya belum keluar. Ini untuk mengetahui penyebab kematiannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Isnaini saat ditemui, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Seorang PSK Tewas Usai Layani Pelanggan, Suami Korban Ternyata Menunggu di Kamar Berbeda

Dia menyampaikan, dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik. Oleh karena itu, dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Apakah ada penyebab lain, seperti keracunan atau apa, ini masih menunggu hasil lab (laboratorium). Makanya, kami belum berani menentukan ini suatu tindak pidana pembunuhan atau percobaan pembunuhan," ungkapnya.

Polisi juga meminta keterangan keluarga terkait dengan riwayat korban. Dari keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat sakit.

"Dari keterangan keluarga tidak ada riwayat sakit, cuma kemarin ditemukan di dalam tasnya ada obat. Menurut suami korban, itu adalah obat gemuk, itu jumlahnya sudah berkurang, itu (jumlahnya) 60 sudah berkurang empat," tuturnya.

Isnaini mengungkapkan, pihaknya telah melakukan gelar perkara.

Dari gelar perkara tersebut, polisi menetapkan AP (23), warga Purworejo, Jawa Tengah, sebagai tersangka. AP ini merupakan pria yang berada di dalam kamar bersama korban.

"Kita tetapkan tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana pencurian atas dua handphone milik korban yang dikuasai oleh pelaku. Termasuk karena kelalaiannya sehingga menyebabkan orang lain meninggal," urainya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Warga Palembang Ramai-ramai Berburu Janda Bolong, Pedagang Untung Besar

Regional
Gubernur Papua Barat: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Tenaga Medis Bekerja Tak Kenal Lelah

Gubernur Papua Barat: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Tenaga Medis Bekerja Tak Kenal Lelah

Regional
Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

Pendatang Tak Pakai Masker di Solo, Siap-siap Bersihkan Sungai 30 Menit

Regional
Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Beraksi Sendiri, Ini Motif Pelaku Mencoret Mushala dan Merobek Al Quran

Regional
Polisi Tangkap Driver Ojol yang Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Anggota Kecelakaan

Polisi Tangkap Driver Ojol yang Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Anggota Kecelakaan

Regional
Kronologi Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Polisi yang Mengalami Kecelakaan

Kronologi Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Saat Menolong Polisi yang Mengalami Kecelakaan

Regional
Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20, 3 Venue Jakabaring Direnovasi

Kandidat Tuan Rumah Piala Dunia U20, 3 Venue Jakabaring Direnovasi

Regional
Ojol Korban Order Fiktif di Semarang Kini Bisa Tersenyum Lebar

Ojol Korban Order Fiktif di Semarang Kini Bisa Tersenyum Lebar

Regional
Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Terjadi Penolakan, Acara KAMI di Karawang Dibubarkan

Regional
Keluarga Mengamuk di Rumah Sakit, Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Keluarga Mengamuk di Rumah Sakit, Ingin Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Pelaku Vandalisme di Tangerang Lakukan Aksi Perusakan di 2 Mushala

Pelaku Vandalisme di Tangerang Lakukan Aksi Perusakan di 2 Mushala

Regional
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 4 Saksi Dikenakan Wajib Lapor

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 4 Saksi Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Kasus Anak yang Mengaku Disiksa Pakai Tang, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Anak yang Mengaku Disiksa Pakai Tang, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Regional
Kota Malang Berubah Jadi Zona Oranye dari Merah, Angka Kematian Masih Tinggi

Kota Malang Berubah Jadi Zona Oranye dari Merah, Angka Kematian Masih Tinggi

Regional
Bawaslu Temukan Ribuan Pemilih Ganda di DPS Pilkada Demak

Bawaslu Temukan Ribuan Pemilih Ganda di DPS Pilkada Demak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X