Kemarau Panjang, Warga di Sikka Mulai Krisis Air Bersih

Kompas.com - 14/09/2020, 10:43 WIB
Foto : Theresia Toji, warga Kelurahan Hewuli Kecamatan Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, saat diwawancara media, Minggu (12/9/2020). Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Theresia Toji, warga Kelurahan Hewuli Kecamatan Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, saat diwawancara media, Minggu (12/9/2020).


MAUMERE, KOMPAS.comKemarau panjang melanda Kabupaten Sikka, NTT, mengakibatkan warga sulit mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga.

Krisis air mulai terasa oleh warga di Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Theresia Toji, warga Kelurahan Hewuli menuturkan, kondisi kesulitan air bersih sudah dirasakan setahun sebelumnya.

Sumber air di wilayah itu mulai mengering. Dampaknya warga terpaksa membeli air tangki seharga Rp 150.000 per tangki berisi 5.000 liter air.

Baca juga: Dampak Kemarau, Sungai Musi di Palembang Surut 2 Meter

“Kalau tidak beli, ya, tidak bisa masak dan minum. Air yang kami beli dari tangki untuk memenuhi semua keperluan di rumah,” tutur Theresia, kepada Kompas.com, Minggu (12/9/2020).

Theresia mengatakan, kemarau yang cukup lama ini sudah sangat dirasakan dampaknya.

Harapannya, di September ini, hujan turun. Jika tidak, kondisi kesulitan air pasti tambah parah.

Kepala BPBD Kabupaten Sikka Muhammad Daeng Bakir mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan air minum bersih ke wilayah Kelurahan Hewuli tersebut.

Muhammad menyebut, warga di kelurahan tersebut sangat kesulitan mendapatkan air bersih guna kebutuhan sehari-hari.

Air bersih didistribusikan pada bak penampungan yang ada di sekitar perumahan warga. Kemudian warga mengambil air melalui kran yang sudah terpasang,” kata Muhammad, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Muhammad mengungkapkan, saat ini, pemerintah siap mendistribusikan air kepada warga yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.

Pihaknya sudah memetakan terdapat 3 kecamatan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sikka.

Pemerintah akan mengeluarkan surat pernyataan bencana kekeringan guna penanganan lebih intensif.

Baca juga: Warga Kota Kupang Krisis Air Bersih

Hingga saat ini, pihak BPBD juga terus masih mendata wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.

Pihaknya berharap pemerintah desa dan kecamatan bisa melaporkan adanya kondisi kekeringan di wilayah mereka masing-masing.

Hal itu bertujuan agar guna pemetaan wilayah lebih tepat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X