Beri Uang ke Manusia Silver di Palembang Diancam Denda Rp 50 Juta

Kompas.com - 11/09/2020, 16:41 WIB
Manusia silver yang ada dipersimpangan jalan POM VIIII, simpang DPRD Sumatera Selatan Palembang, Jumat (11/9/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAManusia silver yang ada dipersimpangan jalan POM VIIII, simpang DPRD Sumatera Selatan Palembang, Jumat (11/9/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, akan menjatuhkan sanksi kurungan selama tiga bulan dan denda Rp 50 juta bagi warga yang kedapatan memberi uang kepada manusia silver dan pengemis.

Kepala Dinas Sosial Palembang Heri Aprian mengatakan, keberadaan manusia silver dan pengemis diketahui makin menjamur sejak masa pandemi.

Bahkan, mereka sering berada di setiap persimpangan untuk meminta sumbangan kepada ke warga dan pengendara.

Menurut Heri, kondisi itu membuat masyarakat menjadi gerah karena keberadaan silver setiap hari selalu bertambah.

"Jika ada warga yang kedapatan petugas di jalan sedang memberikan uang ke manusia silver atau pengemis akan dikenai denda Rp 50 juta dan kurungan penjara tiga bulan sesuai Perda Nomor 12 Tahun 2013," kata Heri, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Terpaksa Menjadi Manusia Silver untuk Menyambung Hidup di Masa Pandemi Covid-19

Heri menyampaikan, manusia silver itu termasuk pada kelompok anak jalanan (anjal). Mereka memiliki berbagai macam modus untuk meminta sumbangan, mulai dari menjadi badut, manusia silver, hingga penjual tisu.

Dinsos Palembang, kata Heri, sering menertibkan para anak jalanan. Namun, keberadaan mereka tetap muncul dengan cara sembunyi-sembunyi.

"Kalau mereka (anjal) tidak diberi dan tidak mendapatkan penghasilan, pastinya akan berhenti sendiri," ujarnya.

Baca juga: Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Untuk masyarakat yang memiliki jiwa sosial, ungkap Heri, disarankan memberikan bantuan ataupun donasi ke tempatnya langsung, seperti panti asuhan dan lain sebagainya.

"Kalau merasa iba atau kasihan, berikan saja di tempat-tempat tertentu, seperti panti asuhan ataupun tempat-tempat ibadah, jangan ke anjal atau pengemis jalanan," tegasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X