Siapa Pengganti Risma yang Diusung PDI-P di Pilkada Surabaya?

Kompas.com - 01/09/2020, 16:28 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, KOMPAS.com - Tiga hari lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya membuka pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

Namun, hanya 1 pasangan yang sudah memastikan akan maju yakni Machfud Arifin dan Mujiaman.

Pasangan ini diusung koalisi raksasa berisi 8 partai yakni PKS, PKB, PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan Partai Gerindra.

PDI-P sebagai partai penguasa parlemen dengan perolehan kursi sebanyak 15 saat Pileg 2019 hingga saat ini belum juga mengumumkan siapa pasangan calon yang akan diusung untuk menggantikan Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana.

Baca juga: Beredar Surat Rekomendasi untuk Puti Guntur Soekarno Maju Pilkada Surabaya, PDI-P: Itu Palsu

PDI-P sengaja mengumumkan pasangan yang diusung di Pilkada Kota Surabaya di gelombang terakhir pengumuman karena PDI-P tidak ingin salah pilih sehingga berakibat kekalahan.

"Surabaya adalah salah satu daerah kandang banteng di Jawa Timur, sehingga menang adalah kewajiban," kata Ketua DPC PDI-P Surabaya, Adi Sutarwijono, saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehari jelang pengumuman, nama-nama yang santer menguat sebagai calon wali kota yang diusung PDI-P antara lain, Wisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), dan Eri Cahyadi (Kepala Bappeko Surabaya).

Sementara untuk nama calon wakil wali kota, Armudji (anggota DPRD Jatim) hingga tokoh pesantren Zahrul Azhar Asad.

Senin sore bahkan beredar surat rekomendasi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya dari PDI-P di grup-grup WhatsApp.

Surat berkop resmi PDI-P model B.1-KWK itu ditandatangani oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, lengkap dengan materai dan stampel dengan logo banteng berwarna merah tertanggal 31 Agustus 2020.

Surat tersebut berisi memberi persetujuan kepada Puti Guntur Soekarno sebagai calon wali kota Surabaya dan Lilik Arijanto sebagai wakil wali kota Surabaya.

Lilik Arijanto adalah salah satu pejabat di Pemkot Surabaya.

Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno memastikan jika surat yang beredar luas itu surat rekomendasi palsu.

"PDI-P adalah partai yang tertib, tidak mungkin surat penting sampai beredar luas seperti itu. Surat palsu itu," kata Sri Untari.

Baca juga: Nama Bakal Calon Wali Kota Surabaya di Dalam Amplop, Djarot: Risma Saja Tidak Tahu

Surat rekomendasi untuk pasangan yang diusung PDI-P, kata Sri Untari, akan diumumkan langsung oleh DPP PDI-P.

Namun, dia mengaku tidak tahu kapan DPP memilih waktu untuk mengumumkannya.

Menurut pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam, siapapun yang diusung di Pilkada Surabaya, PDI-P tidak bisa melupakan faktor keberhasilan Tri Rismaharini yang memimpin 2 periode terakhir.

Surokim menyebut, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Risma masih sangat tinggi.

"Berdasarkan survei, tingkat kepuasan masyarakat Surabaya ke Bu Risma masih sangat tinggi. Angkanya luar biasa," terang dia.

PDI-P menurutnya masih membutuhkan sosok Risma yang bisa dijadikan ujung tombak saat kampanye pilkada Surabaya nanti.

"Jangan heran, nama Risma akan disebut oleh kandidat dari PDI-P. Kenapa? Kasar-kasarannya, kalau Anda di-endorse Bu Risma secara terbuka, belum kerja Anda sudah dapat basis suara pencinta Bu Risma yang luar biasa. Karena itu, Bu Risma menjadi krusial dan penting," ujar Surokim.

Ada 19 nama yang mendaftar ke PDI-P Jawa Timur sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya di Pilkada Surabaya 2020.

Baca juga: Djarot: Nama Pengganti Risma Ada di Amplop, Diumumkan Sebelum 4 September

Ke-19 nama pendaftar tersebut yakni, Dyah Katarina (anggota DPRD Surabaya), Armuji (anggota DPRD Jatim), Anugerah Ariyadi (mantan anggota DPRD Surabaya), Mega Djadja Agustjandra (pengusaha), Sutjipto Joe Angga (pengusaha), dan Chrisman Hadi (seniman).

Selanjutnya, Sri Setyo Pertiwi (pengusaha), Laksda TNI (Purn) Untung Suropati, Fandi Utomo (mantan anggota DPR RI), Warsito (mantan anggota DPRD Surabaya), Gunawan (pengusaha), Dwi Astutik (Muslimat NU), Haries Purwoko (pengusaha), Lia Istifhama (fatayat NU), Achmad Wahyuddin (pengusaha), Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Ony Setiawan (aktivis), Edy Tarmidy (politisi PDI-P), dan Ahmad Nawardi (anggota DPD).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X