Sambut Wisatawan, Penerapan Protokol Kesehatan Pulau Samosir Dievaluasi

Kompas.com - 01/09/2020, 06:22 WIB
Sekda Provinsi Sumut R Sabrina mengunjungi pusat informasi Geopark Kaldera Toba dan beberapa destinasi wisata di Danau Toba untuk mengevaluasi kesiapan penerapan protokol kesehatan, Senin (31/8/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutSekda Provinsi Sumut R Sabrina mengunjungi pusat informasi Geopark Kaldera Toba dan beberapa destinasi wisata di Danau Toba untuk mengevaluasi kesiapan penerapan protokol kesehatan, Senin (31/8/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara R Sabrina bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Ria Telambanua melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir.

Kunjungan kerja juga diikuti Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumut Nurlela dan Kepala Biro Perekonomian Ernita Bangun.

Mereka mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulati, Sianjur Mula-mula Samosir, Batu Hoda Beach di Simanindo, Pantai Pasir Putih Parbaba dan Taman Wisata Religi Goa Maria Palipi di Pangururan.

Baca juga: Kampung Warna-Warni Tigarihit, Tempat Wisata Baru di Danau Toba

Mereka melihat panen bawang merah serta Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun.

Kehadiran mereka untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan protokol kesehatan diterapkan, seiring mulai dibukanya beberapa lokasi wisata di pulau yang berada di tengah Danau Toba ini.

Mereka juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana penyelenggaraan rapat kerja nasional Kementerian PPPA yang dijadwalkan pada September 2020 di Kabupaten Samosir.

"Geopark Kaldera Toba sudah menjadi anggota Unesco Global Geopark. Ada beberapa hal yang perlu pembenahan dan hal-hal yang perlu dipertimbangkan," kata Sabrina dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2020).

Baca juga: Bupati Samosir: Akhir 2020, Danau Toba Baru Dibuka untuk Kunjungan Turis Asing

Menurut Sabrina, penyuluhan dan sosialisasi diberikan kepada masyarakat, terutama pengelola wisata.

Mereka harus menyiapkan tempat mencuci tangan dan meminta pengunjung untuk terlebih dahulu mencuci tangan dan memeriksa suhu tubuh.

Begitu juga di pelabuhan, begitu sampai di dermaga langsung dicek suhu badan dan diberikan hand sanitizer.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X