Peserta SKB CPNS Salatiga Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari Sebelum Tes

Kompas.com - 28/08/2020, 10:21 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto mencoba Smart Identity Masker. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAWali Kota Salatiga Yuliyanto mencoba Smart Identity Masker.

SALATIGA, KOMPAS.com - Peserta yang lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) Pemerintah Kota Salatiga Formasi Tahun 2019 dan akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB) wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga Fakruroji mengatakan, semua peserta SKB harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum pelaksanaan seleksi.

"Selain itu harus menggunakan kendaraan pribadi, dan tidak diperkenankan mampir ke tempat lain pada saat menuju lokasi tes, serta wajib menggunakan masker medis atau masker kain minimal 3 lapis, face shield dan sarung tangan latex,” jelas Fakruroji dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2002).

Baca juga: Padang Sediakan Tempat Tes CPNS bagi Peserta yang Positif Covid-19

Selain itu, selama pelaksanaan CAT, pengantar dan orangtua dilarang masuk lokasi untuk menghindari kerumunan.

Panitia tidak menyediakan ruang tunggu pengantar, dan nilai hasil CAT dapat disaksikan secara live streaming oleh masyarakat melalui media daring, serta jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

Dia menjelaskan, sebanyak 2.362 peserta sebelumnya telah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak mengikuti CAT SKD.

Dari jumlah tersebut, peserta yang dinyatakan lulus SKD dan berhak mengikuti SKB sebanyak 533 peserta.

"Selanjutnya, 499 peserta akan menjalani tes di Gedung Setda Kota Salatiga dan 34 peserta lainnya memilih menjalani tes di luar Kota Salatiga," ungkapnya.

Baca juga: BKN Siapkan 20 Titik Lokasi Tes SKB CPNS di Luar Negeri

Mereka akan mengisi 237 formasi, yang terdiri atas Tenaga Pendidikan (92 orang), Tenaga Kesehatan (53 orang) dan Tenaga Teknis (92 orang).

SKB yang dilaksanakan di Gedung Setda, lanjut Fakruroji, akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, tanggal 12 dan 13 September 2020 di Ruang Pertemuan Kaloka.

"Jadwal 3 sesi per hari atau 85 orang per sesi, kecuali pada sesi terakhir sebanyak 74 orang peserta," jelasnya.

Guna mencegah terjadinya penularan wabah Covid-19, panitia seleksi menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan ruang khusus bilamana ditemukan ada peserta yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat.


Sementara Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta agar para peserta seleksi memersiapkan diri sebaik mungkin.

"Jangan percaya dengan makelar atau calo yang menjanjikan bisa memasukkan dengan embel-embel kompensasi uang. Mereka yang lolos seleksi adalah yang prestasinya terbaik," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X