Kisah Cinta Anang Rawat Istri yang Dua Kakinya Diamputasi, Tinggalkan Pekerjaan dan Jadi Penjual Tembakau

Kompas.com - 27/08/2020, 14:19 WIB
Rhika, warga Desa Blawi di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, yang kini telah kehilangan kedua kakinya usai diamputasi. istimewaRhika, warga Desa Blawi di Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, yang kini telah kehilangan kedua kakinya usai diamputasi.

KOMPAS.com- Muhammad Anang, seorang suami di Lamongan, Jawa Timur setia mendampingi dan merawat sang istri Rhika (39) di masa-masa sulitnya.

Rhika, warga Desa Blawi, Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur itu harus kehilangan dua kaki karena diamputasi lantaran penyakit yang ia derita.

Belahan jiwa Anang tersebut ternyata juga diketahui mengidap kanker ovarium dan sempat mengalami stroke.

Baca juga: Mari Bantu Rhika, yang Dua Kakinya Diamputasi dan Idap Kanker

Tinggalkan pekerjaan demi rawat istri

Ilustrasi Tembakau Ilustrasi Tembakau
Dahulu, Anang bekerja di Surabaya. Namun setelah istrinya sakit, Anang rela meninggalkan pekerjaannya.

Ia pun memilih menjadi penjual tembakau sembari membantu pekerjaan orangtuanya di sawah.

"Sebab, istri saya tidak bisa ditinggal jauh-jauh makanya saya jualan tembakau," tutur Anang saat dihubungi, Senin (24/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai penjual tembakau, penghasilan Anang tak menentu.

Kadang, ia hanya mendapatkan uang Rp 20.000 hingga Rp 30.000 setiap harinya.

Bahkan, Anang terpaksa menjual rumah untuk biaya pengobatan sang istri yang dicintainya itu.

"Rumah yang sempat kami beli di salah satu perumahan di Lamongan akhirnya saya jual dan kini saya sama istri ikut orangtua," tutur dia.

Baca juga: Kisah Cinta Pon pada Istrinya yang Tumor Otak, Rela Keluar dari Pekerjaan hingga Dikirimi Uang Orang Tak Dikenal

 

Ilustrasi pembuluh darahShutterstock Ilustrasi pembuluh darah
Penyumbatan pembuluh darah, kedua kaki diamputasi

Anang mengenang kembali, awal mula gejala muncul hingga kedua kaki istrinya diamputasi adalah sekitar setahun yang lalu.

Siklus menstruasi Rhika ketika itu tak lancar. Hal tersebut dialami oleh istrinya selama tiga bulan.

Dari bentuk fisik, terlihat adanya penggumpalan darah di bagian jari-jari kaki Rhika.

"Awal gejalanya itu menstruasi enggak lancar (tidak teratur), kemudian saya bawa periksa ke rumah sakit di Lamongan kata dokternya istri saya mengalami penyumbatan pembuluh darah," ujar Anang.

Sang istri sempat dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

Di sana, dokter menyarankan kaki Rhika diamputasi untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

"Kaki kiri dulu, baru tiga bulan kemudian yang kanan. Terus diketahui, jika ada penyumbatan pembuluh darah itu di bagian perut, istri saya kena kanker ovarium," ujar dia.

Baca juga: Pengemudi Ojol Bawa Balita 2,5 Tahun Tiap Kerja, Hasran: Dia Ditinggal Ibunya

Butuh biaya untuk pengobatan

Ilustrasi cintaTeraphim Ilustrasi cinta
Meski menghadapi cobaan, Anang berusaha kuat demi istri yang dicintainya.

Anang menuturkan dengan penghasilannya yang tak seberapa, dirinya harus mengupayakan biaya pengobatan yang tak seluruhnya ditanggung oleh BPJS.

Rhika pun masih terus rutin berobat tiap dua minggu sekali.

Sedangkan untuk biaya kebutuhan sehari-hari, Anang hanya bergantung dari hasil penjualan tembakau di rumah orangtuanya.

Anang tak berhenti berharap, penyakit istrinya bisa disembuhkan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Hamzah Arfah | Editor: Robertus Belarminus)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.