Kompas.com - 26/08/2020, 05:15 WIB

KOMPAS.com - Seorang nenek penjual mangga di Bali, Made Taman (80), ditipu seorang pembeli dengan membayar dengan uang mainan mirip uang asli Rp 50.000, Senin (24/8/2020). 

Peristiwa serupa ternyata juga menimpa seorang nenek penjual canang atau sesaji bernama Gusti Ayu Made Suini (79), pada bulan Januari 2020 lalu. 

Nenek Suini  Suani saat itu dibayar dengan uang mainan yang mirip dengan uang asli Rp 20.000.  

Berikut ini cerita lengkap nasib pilu dua nenek di Pulau Dewata, Bali: 

Mencari pelaku

Polisi membenarkan peristiwa yang menimpa Made Taman. Pihaknya saat ini tengah melacak warga yang tega menipu Made Taman. 

"Kami sedang mencari siapa orang yang melakukan ini," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Sumarjaya menjelaskan, meskipun tidak ada laporan dari nenek Made, namun pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut.

Baca juga: Viral, Foto Nenek Penjual Mangga Dibayar Uang Mainan Pecahan 50.000

Pihakya juga telah meminta keterangan nenek penjual mangga yang sering mangkal di Jalan Surapati, Singaraja, Buleleng.

"Korban hanya di-interview oleh tim lidik," kata dia.

 

Viral di media sosial

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa yang terjadi pada Senin (24/8/2020) menjadi viral di media sosial.

Akun Instagram @info_singaraja mengunggah foto Made Taman di depan barang dagangannya sambil memegang uang mainan yang mirip dengan uang Rp 50.000.

Dalam unggahan itu dijelaskan, seorang wanita membeli mangga yang dijual Made Taman seharga Rp 5.000.

Pembeli itu memberikan uang mainan yang mirip dengan pecahan Rp 50.000. Karena tak sadar, Made Taman memberikan uang kembalian sebesar Rp 45.000.

"Setelah itu (diperiksa) kok uang mainan, jadi orangnya sudah enggak ada," kata Sumarjaya.

Baca juga: Kubur 1.500 Jenazah Covid-19, Penggali Makam di Surabaya: Kapan Ini Berakhir?

 

Nenek penjual canang kena tipu uang mainan

Gusti Ayu Made Suini (79) bersama suamiIstimewa Gusti Ayu Made Suini (79) bersama suami

Nenek Suini awalnya tang menyangka ada pembeli yang tega menipu dirinya. Saat itu, dirinya berjualan canang di pertigaan Banjar Dinas Kundalini, Desa Umeanyar, Seririt, Buleleng, Bali, pada Jumat (10/1/2020).

Peristiwa itu juga sempat menjadi perbincangan warganet. Salah satu warga Bali, Andy Karyasa Wayan, mengaku bersimpati dan mendatangi rumah Suini untuk memberikan bantuan dari para donatur.

Baca juga: Sepenggal Cerita Penggali Makam Khusus Covid-19 di Surabaya: Ini Nyata, Sudah 1.500 Jenazah Dikuburkan

 "Mungkin buat kita uang Rp 20.000 tidak besar. Tapi untuk si nenek, uang tersebut sangat berarti," kata Andy ketika dihubungi, Senin (13/1/2020).

Mirip dengan Made Taman, kisah Suini juga sempat menjadi viral di media sosial usai diunggah akun @denpasarviral.

Sempat trauma berjualan

Andy mengatakan, Suini sempat trauma dan enggan berjualan selama tiga hari. Namun, setelah dibujuk dan diberi semangat, Suini akhirnya mau kembali berjualan.

"Nenek memang berasal dari keluarga kurang mampu. Jualan canang adalah mata pencarian Nenek untuk sekadar bisa makan bersama keluarga," kata Andy.

Baca juga: Jualan Canang, Nenek 79 Tahun Ini Dibayar Pakai Uang Mainan

(Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.