Kru Helikopter "Water Bombing" Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Kompas.com - 24/08/2020, 19:46 WIB
Kru Helikopter waterboombong asal negara Rusia bernama Aleksi Kuzin (55) yang ditemukan tewas dalam kamar hotel di Jalan Letkol Iskandar, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan. HANDOUTKru Helikopter waterboombong asal negara Rusia bernama Aleksi Kuzin (55) yang ditemukan tewas dalam kamar hotel di Jalan Letkol Iskandar, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang kru helikopter water bombing asal negara Rusia bernama Aleksi Kuzin (55) ditemukan tewas dalam kamar hotel di Jalan Letkol Iskandar, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan.

Saat ini, jenazah Aleksi telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Yenni Diarty mengatakan, korban ditemukan tewas pada Sabtu (22/8/2020), sekitar pukul 23.20 WIB.

Baca juga: Beredar Video Helikopter BNPB Diduga untuk Kegiatan Partai di Riau

Saat itu, seorang rekan Aleksi mengetuk pintu kamar untuk mengajak makan malam.

Namun, korban tak keluar hingga larut malam, sampai akhirnya pintu kamar dibuka.

Ketika rekannya masuk, korban sudah ditemukan terkapar di dalam kamar dan dalam kondisi tidak sadar.

"Ada beberapa obat-obatan yang ditemukan di samping korban. Dia sudah menginap sejak 14 Juni 2020 dan bertugas sebagai salah satu kru helikopter water bombing untuk pemadaman karhutla di Sumsel," kata Yenni saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Jenazah Pasangan Kekasih di Sungai Musi Ditemukan Saling Rangkul

Polisi belum mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Selain itu, korban sempat diperiksa dengan rapid test dengan hasil non-reaktif.

"Rapid test korban non-reaktif. Jenazahnya sekarang masih di Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Yenni.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Bencana BPBD Sumatera Selatan Ansori membenarkan kejadian tersebut.

Menurut dia, Aleksi merupakan kru yang bertugas sebagai teknisi helikopter water bombing.

 

Ansori menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Aleksi meninggal lantaran diduga menderita penyakit jantung.

"Kami sudah meminta konfirmasi ulang dari tim dokter setempat yang disaksikan oleh tim dokter RS AU Palembang bahwa yang bersangkutan meninggal bukan karena Covid-19," kata Ansori.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X