Kepatuhan Warga Menurun, Wali Kota Ambon: Kami Tidak Pernah Berhenti Sosialisasi

Kompas.com - 24/08/2020, 18:26 WIB
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota AMbon Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Anthony Gustav Latuheru saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Wali Kota AMbon, Senin sore (24/8/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota AMbon Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Anthony Gustav Latuheru saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Wali Kota AMbon, Senin sore (24/8/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Ambon akan terus menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, kepercayaan publik menjadi tantangan tersendiri untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon yang masih berada di zona merah.

Baca juga: Usai Aksi Joget di HUT Maluku, Sekda Minta Masyarakat Bersahabat dengan Covid-19

“Terkait tingkat kepercayaan publik soal Covid-19, saya rasa ini dia sangat tentatif ya, nah oleh karena itu menurut hemat saya pemkot tidak pernah berhenti untuk terus sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 ini ke masyarakat tidak pernah akan berhenti,” kata Richard di Kantor Wali Kota Ambon, Senin (24/8/2020).

Kesadaran warga Kota Ambon untuk menerapkan protokol kesehatan menurun sejak video para pejabat pemprov dan anggota DPRD pada perayaan hari ulang tahun Maluku beredar beberapa hari lalu.

Richard mengatakan, hal itu menjadi kendala tersendiri bagi gugus tugas untuk meyakinkan masyarakat terhadap ancaman Covid-19.

“Saya tahu bahwa ini tantangan tapi tetap kita akan menunjukan kinerja dan komitmen kita itu salah satu komitmen kita itu adalah HUT kota Ambon bulan depan akan dilakukan secara virtual itu komitmen kita,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemkot Ambon menggandeng TNI dan Polri untuk menyosialisasikan pencegahan Covid-19.

Pemkot Ambon juga terus membagikan masker ke masyarakat. Sehingga, rantai penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal bisa diputus.

Baca juga: Danramil Positif Covid-19, Istrinya Meninggal karena Corona, Koramil Tak Ditutup

“Kita tiap minggu akan bagi masker kepada masyarakat, memang betul itu pasti tantangan itu akan banyak tapi ini menjadi tanggung jawab bersama kita lah,” ujarnya.

“Jadi kita tidak akan kendor terus kita akan laksanakan operasi penggunaan masker ini terutama dalam mendukung program Kementerian Desa yang disebut dengan program setengah miliar masker ke masyarakat,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X