Guru Ngaji di Makassar yang Cabuli 5 Muridnya Ditahan Polisi

Kompas.com - 24/08/2020, 18:08 WIB
Ilustrasi tersangka ditahan. SHUTTERSTOCKIlustrasi tersangka ditahan.

MAKASSAR, KOMPAS.com - AM (55), oknum guru mengaji yang mencabuli lima muridnya, resmi ditahan di sel Polrestabes Makassar, Senin (24/8/2020) siang.

Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan, selama dalam penahanan AM akan menjalani serangkaian pemeriksaan.

Termasuk di antaranya adalah pemeriksaan psikologi.

"Jadi ini kita lihat person-nya bukan profesi yang bersangkutan yang tidak sesuai norma yang berlaku," kata Yudhiawan saat konferensi pers di Polrestabes Makassar, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Guru Ngaji yang Cabuli Muridnya di Makassar Ditetapkan Tersangka

Yudhiawan mengungkapkan, pencabulan mulai dilakukan AM pada pertengahan Juli 2020.

AM yang mendirikan balai pengajian di halaman rumahnya, Jalan Batara Bija, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mencabuli lima muridnya yang masih berusia 9 hingga 12 tahun.

"Modusnya pada saat belajar mengaji dia raba-raba (kemaluan). Pokoknya begitu ada pelajaran yang dia sukai, dia duduk di sampingnya (korban) dan langsung melakukan perbuatan tidak senonoh," imbuh Yudhiawan. 

Aksi kekerasan seksual yang dilakukan AM ini akhirnya terbongkar usai salah satu korbannya tidak ingin lagi mengaji meski telah dibujuk oleh orangtuanya.

Orangtua korban yang merasa curiga kemudian bertanya kepada anaknya hingga akhirnya mengetahui perbuatan AM tersebut.

"Hasil visum yang sudah terbukti dilakukan perbuatan cabul itu ada dua orang. (Tapi) ini kasus masih berlanjut, kita tangani yang jelas korbannya lima (anak)," kata Yudhiawan. 

Baca juga: Guru Ngaji di Makassar Mengaku Khilaf Telah Cabuli Muridnya

Yudhiawan mengatakan, tersangka dijerat Pasal 82 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak Juncto pasal 76 uu nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas uu nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman minimal 5 tahun jadi bisa ditahan. Maksimal 15 sampai 20 tahun denda maksimal Rp 5 miliar," ungkap Yudhiawan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pembunuhan Wanita Hamil di Bandung, Pelaku Suami Siri, Dipicu karena Cemburu

Fakta Pembunuhan Wanita Hamil di Bandung, Pelaku Suami Siri, Dipicu karena Cemburu

Regional
Langka, Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Langka, Hujan Es Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT

Regional
PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

PDI-P Pecat 5 Kadernya di Jateng karena Lawan Kebijakan Partai soal Pilkada 2020

Regional
Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Oknum Brimob Jual-Beli Senapan Serbu di Papua, Ditangkap Tim Gabungan TNI-Polisi

Regional
Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Gegara Inkubator RSUD Sinjai Rusak, Seorang Ibu Kehilangan Bayinya

Regional
Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Kronologi Tewasnya Perempuan yang Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo, Dipukul dengan Linggis hingga ATM Dikuras

Regional
Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Penjelasan Pemilik Ambulans yang Digunakan untuk Seserahan Pernikahan

Regional
Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Baru Dikubur 2 Hari, Makam Bocah SD Dibongkar Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Kepala BNPT Minta Masjid Jadi Benteng Pertahanan dari Paham Radikalisme

Regional
15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

15 Kabupaten di Jateng Jadi Sasaran Tempat Pembangunan Rumah Tahan Gempa

Regional
30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

30 Napi Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru di Bali

Regional
Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Ini Kunci Kesuksesan Teluk Kabung Selatan, Satu-satunya Kelurahan di Padang Bebas dari Covid-19

Regional
Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Hendak Ambil Madu di Kebun Sawit, Pemuda ini Tewas Disengat Kawanan Tawon

Regional
11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

11 Orang Tewas Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Tambang Ilegal Jadi Tersangka

Regional
Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Viral, Video Jerit dan Tangis Saat Makam Dibongkar karena Masalah Mantan Menantu, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X