Kala Perubahan Iklim Buat Ilmu Puluhan Tahun Petani Gunungkidul Jadi Sering Salah

Kompas.com - 24/08/2020, 19:45 WIB
Seorang Petani Gunungkidul, Yogyakarta, Sedang Panen ketela Pohon Kompas.com/Markus YuwonoSeorang Petani Gunungkidul, Yogyakarta, Sedang Panen ketela Pohon

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Perubahan iklim membingungkan petani di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena ilmu titen atau kebiasaan yang sudah digunakan sejak puluhan tahun jadi sering salah. 

Rohmat, petani di Padukuhan Buyutan, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, mengatakan, selama ini petani di wilayahnya masih menggunakan ilmu titen atau kebiasaan menghitung bulan Jawa untuk menanam padi maupun palawija.

"Kalau mongso kedua kita memanen bambu pasti akan tidak awet, karena dimakan ngengat," ucap Rohmat di sela Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional oleh BMKG di Kapanewon Gedangsari Senin (24/8/2020). 

Baca juga: Perubahan Iklim, Pesisir Indonesia Terancam Tenggelam (1)

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Kapanewon Gedangsari, Sajikan, menambahkan, anggota kelompoknya sebagian besar masih mengandalkan ilmu titen saat menanam.

Sebab, di wilayahnya para petani sebagian besar berusia tua, dan tidak mengetahui kondisi cuaca terkini.

Adapun contohnya, masa tanam akan dilakukan pada 'mongso ke 5' atau Oktober dan awal November akan dimulai masa tanam padi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau di tempat lain sebelum hujan sudah mulai menanam atau disebut ngawu-awu, di sini biasanya menunggu hujan karena sebagian sawah," kata Sajikan.

Baca juga: Perubahan Iklim, Pesisir Indonesia Terancam Tenggelam: Mereka yang Bertaruh Nyawa (2)

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan, ngawu-awu biasa dilakukan warga Gunungkidul.

Ngawu-awu berarti menanam sebelum musim hujan tiba, sesuai dengan penghitungan bulan Jawa atau ilmu titen petani.

Bagi yang beruntung tanaman akan berkembang dengan baik, tapi jika tidak ada hujan akan mati.

"Jika dihitung berapa ribu kilogram bibit yang terbuang," ucap Bambang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.