Dukung Pilkada Damai, 22 Ormas Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 1.000 Meter

Kompas.com - 23/08/2020, 21:26 WIB
Pembentangan bendera 1.000 meter dilakukan untuk mendukung pilkada damai di Kabupaten Semarang. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAPembentangan bendera 1.000 meter dilakukan untuk mendukung pilkada damai di Kabupaten Semarang.

UNGARAN, KOMPAS.com - Bendera merah putih sepanjang 1.000 meter dibentangkan Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat (Forkom Ormas) Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Sebanyak 700 orang terlibat dalam kegiatan ini.

Sebelum pembentangan bendera, perwakilan dari 22 ormas dan karang taruna mengikuti apel kebangsaan di halaman Kantor Kecamatan Getasan.

Baca juga: Golkar Resmi Dukung Mayor Sunaryanta dalam Pilkada Gunungkidul

Kemudian dengan berjalan kaki, anggota ormas membentuk barisan di sisi kiri jalur menuju Gunung Merbabu.

Setelah berbaris rapi, kemudian bendera tersebut ditarik secara perlahan hingga seluruh personel ormas memegang bendera sepanjang 1.000 meter tersebut.

Pembentangan bendera ini membutuhkan waktu sekitar satu jam karena alur jalan yang berkelok-kelok dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah bendera terpegang semua anggota ormas dan terbentang 1.000 meter, arus lalu lintas dihentikan kami mengajak peserta dan pengguna jalan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya," kata Riska Dwi Prasetyo, Ketua Forkom Ormas Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Minggu (23/8/2020).

Baca juga: Dusun Belon Salatiga yang Pernah Tolak Pasang Bendera, Kini Panen Prestasi

Riska mengungkapkan, kegiatan pembentangan bendera 1.000 meter ini selain untuk memeringati Hari Proklamasi ke-75 Republik Indonesia juga sekaligus deklarasi damai Pilkada Kabupaten Semarang yang akan dihelat 9 Desember 2020.

"Kami berharap selama proses pilkada berlangsung berjalan damai dan tidak dinodai money politics yang bisa merusak demokrasi," ungkapnya.

 

Simbolisasi bendera 1.000 meter, lanjutnya, sebagai bahan renungan bahwa selama berada di bawah bendera merah putih harus berpikir mengenai keutuhan dan persatuan NKRI.

Dia menegaskan, seluruh peserta pembentangam bendera sudah melalui pemeriksaan kesehatan.

"Mereka juga harus memenuhi protokol kesehatan, utamanya memakai masker dan jaga jarak saat pembentangan," jelas Riska.

Baca juga: Pilkada Grobogan, Pasangan Sri Sumarni - Bambang Pujiyanto Dipastikan Lawan Kotak Kosong

Sementara Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengapresiasi pembentangan bendera 1.000 meter tersebut.

"Apalagi ini tujuannya untuk pilkada damai, TNI dan Polri beserta masyarakat harus bersatu menciptakan situasi kondusif dan aman," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X