Kejar Pelaku Penyerangan Acara Adat Midodareni, Polisi: Pilihannya Dua, Menyerahkan Diri atau Kita Tangkap

Kompas.com - 20/08/2020, 15:11 WIB
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam konferensi pers kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara adat midodareni di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kasus penyerangan acara adat midodareni (doa jelang pernikahan) di Solo, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Hingga saat ini, 12 terduga pelaku penyerangan tersebut sudah berhasil diamankan.

Sedangkan 8 di antaranya telah dinaikan statusnya sebagai tersangka.

Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, meski sejumlah orang sudah berhasil diamankan namun ada beberapa terduga pelaku yang masih belum tertangkap.

Terkait hal itu, pihaknya mengimbau mereka untuk segera menyerahkan diri.

Baca juga: Kasus Penyerangan di Acara Midodareni Berawal dari Grup WhatsApp

Ia berjanji akan terus mengejar mereka dimanapun berada dan tidak akan memberikan ruang bagi kelompok intoleran yang berusaha memecah persatuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pilihannya cuma ada dua. Menyerahkan diri atau kita cari, kita tangkap. Di manapun dan kapanpun itu," kata Ade Ade dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020).

 

Berawal dari grup WhatsApp

ilustrasi WhatsAppmashable.com ilustrasi WhatsApp

Sementara itu dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap para tersangka, kasus penyerangan acara midodareni itu berawal dari provokasi dan ajakan di grup WhatsApp.

"Ajakan untuk melakukan aksi kekerasan berawal dari grup WA," kata Ade.

Setelah terduga pelaku dan tersangka berhasil memobilisasi massa dari sejumlah kelompok, mereka langsung mendatangi acara adat tersebut.

Baca juga: Usut Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Acara Midodareni di Solo, Polisi: Tak Ada Ruang bagi Kelompok Intoleran

Tidak hanya melakukan pembubaran dan pengrusakan, mereka juga diketahui melakukan penganiayaan hingga menyebabkan tiga orang terluka.

"Jadi, ini (pelaku) merupakan gabungan dari beberapa kelompok," ujar Ade.

"Di situ kemudian terjadi komando untuk melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang," tambahnya.

Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X