Setelah 7 Hari, Pencarian WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Dihentikan

Kompas.com - 13/08/2020, 22:17 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy didampingi Kepala Kantor Basarnas Ambon, Djunaidi, perwakilan TNI dan Polri saat memberikan keterangan terkait penutupan operasi pencarian warga negara Amerika Serikat di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Kamis (13/8/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon Richard Louhenapessy didampingi Kepala Kantor Basarnas Ambon, Djunaidi, perwakilan TNI dan Polri saat memberikan keterangan terkait penutupan operasi pencarian warga negara Amerika Serikat di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Kamis (13/8/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Operasi pencarian warga negara Amerika Serikat, Carol Marie alias Laila (56), yang hilang di Teluk Ambon resmi dihentikan tim SAR gabungan pada Kamis (13/8/2020).

Pencarian dihentikan setelah tujuh hari penyisiran dan penyelaman yang dilakukan tim SAR gabungan di perairan Teluk Ambon tak membuahkan hasil.

“Hari ini operasi pencarian resmi dihentikan,” kata Kepala Kantor Basarnas Ambon Djunaidi saat memberikan keterangan di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe Ambon, Kamis.

Penutupan operasi pencarian korban dihadiri Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dan sejumlah pejabat terkait.

Baca juga: Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Meski begitu, pencarian akan dimulai kembali jika tim SAR menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kalau ada tanda-tanda setelah kita tutup, kita akan lanjutkan lagi pencarian tiga hari, begitu sampai tiga kali tiga hari sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014,” jelasnya.

Djunaidi mengaku, tim SAR gabungan mengalami kendala dalam pencarian WN Amerika itu. Salah satunya, arus bawah laut yang kencang pada hari pertama dan kedua pencarian.

“Untuk kendala yang dihadapi itu hari pertama dan kedua itu arus bawah laut sangat kencang tapi pada hari selanjutnya itu tidak ada masalah lagi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengapresiasi kerja keras semua unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.

“Semua telah bekerja sangat maksimal dari pagi hingga sore hari dengan menggunakan protap keselamatan tapi ternyata sampai seminggu pencarian sesuai protap korban tidak ditemukan,” katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencari Jejak 'Mr Black'' Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Mencari Jejak "Mr Black"" Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Regional
5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

Regional
Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X