Kompas.com - 11/08/2020, 16:04 WIB
Foto : Murid dan guru di Sekolah Dasar Inpres Kolosia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, belajar di bawah pohon karena tidak punya handphone dan jaringan internet, Selasa (11/8/2020).  Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Murid dan guru di Sekolah Dasar Inpres Kolosia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, belajar di bawah pohon karena tidak punya handphone dan jaringan internet, Selasa (11/8/2020). 

MAUMERE, KOMPAS.com - Murid dan guru di Sekolah Dasar Inpres Kolosia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, belajar di luar kelas di bawah pohon mangga, karena harus menerapkan protokol kesehatan.

Belajar di bawah pohon itu diterapkan karena ruangan kelas tidak bisa menampung siswa dengan sistem duduk dengan menjaga jarak 2 meter.

"Belajar di bawah pohon ini tetap ikut protokol kesehatan. Kami tetap jaga jarak dan pakai masker," ungkap Elisabet Rensiana, guru kelas 6 SD tersebut, kepada Kompas.com, di lokasi, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Kronologi Pria Tikam Kekasih karena Memergoki Korban dengan Laki-laki Lain

Sekolah ini terpaksa melakukan kegiatan belajar dengan tatap muka, karena tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan belajar secara daring.

Sebab, siswa di sekolah itu tidak mempunya ponsel pintar. Selain itu, jaringan internet pun belum ada di sana.

Guru-guru sempat menerapkan pembelajaran dengan metode kunjungan ke rumah murid.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi, cara itu tidak efektif. Terutama, fasilitas seperti papan tulis tidak ada di rumah para murid.

Maria Elwance, siswi kelas 6 mengungkapkan hal senada.

Baca juga: SMP di Brebes Gelar KBM Tatap Muka Diam-diam, Demi Bantu Siswa Tak Mampu

Mereka tidak bisa belajar online dari rumah, sebab, kebanyakan siswa tidak memiliki ponsel pintar.

"Sebenarnya terpaksa. Tetapi, mau tidak mau harus dijalankan. Demi ilmu dan pengetahuan. Belajar di bawah pohon mangga juga baik," ungkap Maria. 

Maria berharap, Covid-19 segera berakhir, agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa di dalam ruangan kelas. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X