PKB dan PBB Gabung PDI-P Usung Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto

Kompas.com - 09/08/2020, 08:50 WIB
Pasangan Pungkasiadi - Titik Masudah menerima rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto. Rekomendasi tersebut diserahkan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, di Kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/8/2020) petang. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPasangan Pungkasiadi - Titik Masudah menerima rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto. Rekomendasi tersebut diserahkan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, di Kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/8/2020) petang.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) memastikan dukungannya kepada pasangan Pungkasiadi-Titik Masudah dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020.

Dukungan PKB disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, di kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/8/2020) petang.

Pada kesempatan itu, Halim Iskandar juga menyerahkan surat rekomendasi dari DPP PKB kepada pasangan Pungkasiadi-Titik.

"Rekomendasi diberikan kepada pasangan Bapak Pungkasiadi-Mbak Titik Masudah, dengan harapan pasangan ini menang," kata Halim, di Kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Sabtu.

Baca juga: 14 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan Operasi RSUD Soekandar Mojokerto Ditutup

Pria yang kini menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu meminta pasangan Pungkasiadi-Titik Masudah, selalu berkolaborasi dengan Nahdliyyin.

Pungkasiadi merupakan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Mojokerto yang saat ini menjadi Bupati Mojokerto.

Adapun Titik Masudah, bakal calon wakil bupati dari petahana, merupakan kader PKB sekaligus adik dari Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziah.

Turunnya rekomendasi dari PKB menambah jumlah partai pengusung bagi pasangan Pungkasiadi-Titik di Pilkada Kabupaten Mojokerto.

Dua pekan sebelumnya, PDI-P secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada petahana dan adik Menaker untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto.

Lalu pada Sabtu pagi, pasangan itu juga menerima rekomendasi dari Partai Bulan Bintang ( PBB), di Kantor DPC PBB Kabupaten Mojokerto.

Ketua DPW PBB Jawa Timur, Muhamad Masduki mengungkapkan, Pungkasiadi-Titik merupakan pasangan ideal untuk memimpin Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Situs Kumitir di Mojokerto Diekskavasi, Arkeolog Target Temukan Struktur Talud

Atas pertimbangan itu, pihaknya menetapkan pilihan untuk mengusung Pungkasiadi-Titik dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto.

Untuk diketahui, syarat dukungan minimal untuk pencalonan di Pilkada Kabupaten Mojokerto, setiap pasangan wajib didukung partai politik atau koalisi dengan jumlah kursi legislatif minimal 10 kursi.

Saat ini, PKB memiliki kursi DRPD Kabupaten Mojokerto sebanyak 10 kursi, PDI-P sebanyak 9 kursi, serta PBB sebanyak 1 kursi.

Pilkada Mojokerto akan digelar 9 Desember 2020. Adapun tahapan pengumuman pendaftaran calon bupati/wakil bupati dari partai politik akan dilaksanakan pada awal September 2020.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X