Merasa Ditelikung, Kerabat Luhut Protes Gagal Dampingi Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan

Kompas.com - 09/08/2020, 06:07 WIB
Ilustrasi pilkada KOMPAS/TOTO SIHONOIlustrasi pilkada
Editor Rachmawati

Buat tagline " Medan Menang dan Maju Perempuan Medan"

Suryani mengatakan, sambil menunggu pernyataan resmi dari partai, ia akan tetap melakukan pelayanan untuk Kota Medan. Walaupun Gerindra mengusung calon lain, meski yang bersankutan sesama kader partai.

Putri dari Partumpuan Naiborhu mengatakan, niatnya maju di Pilkada Medan diawali satu kebenaran yakni mengikuti mekanisme partai.

Sikap tersebut ia ambil sebagai bentuk penghormatan kepada Partai Gerindra. Ia bahkan telah membuat tagline "Medan Menang dan Maju Perempuan Medan" untuk kampanye.

Ia meyakini jika pasangan yang diusung Partai Gerindra akan menjadi pemenang di Pildaka Kota Medan.

Baca juga: Golkar Dukung Gibran dan Bobby pada Pilkada 2020

Walaupun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad telah mengeluarkan pernyataan Aulia yang akan mendampingi Booby, Suryani mengaku masih belum mendapatkan informasi tersebut secara resmi.

"Menurut saya, sebesar Partai Gerindra, tentulah merujuk hasil survei yang mereka lakukan di daerah. Inilah pertanyaan saya, kenapa? Walaupun belum resmi. Tapi itu pun saya percaya, Pak Prabowo akan mengusung nama saya dari Partai Gerindra," katanya optimistis.

"Kita belum dipanggil, posisi kita menunggu diundang, tetap optimistis dan menghormati mekanisme partai. Masih menaruh harapan besar kepada Pak Prabowo," katanya.

Baca juga: Sekjen Optimistis PAN Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan

Keputusan DPP Gerindra

Bobby Nasution membagikan paket di Jalan Setia Budi Medan, tak jauh dari rumahnya, Selasa (14/4/2020) petangHandout Bobby Nasution membagikan paket di Jalan Setia Budi Medan, tak jauh dari rumahnya, Selasa (14/4/2020) petang
Sementara itu Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sugiat Santoso yang dikonfirmasi Kompas.com lewat sambungan telepon mengatakan, segala keputusan rekomendasi pencalonan pilkada diserahkan ke Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto.

Secara administrasi yang merekomendasikan finalnya adalah DPP yakni Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Mujani.

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan penjaringan di tingkat bawah dan yang mendaftar ke Gerindra bukan hanya Suryani Paskah Naiborhu.

Sugiat juga mengatakan jika nama yang diusulkan tak hanya satu nama tapi beberapa nama untuk bahan pertimbangan rekomendasi final.

Baca juga: Ditanya soal Calon Wakilnya, Bobby Nasution Menggeleng dan Bilang Agak Pusing

"Ya, apa pun keputusan dari DPP, kita sebagai kader tetap tunduk, patuh dan mengamankan," kata Sugiat.

Terkait tudingan yang mengatakan Aulia tidak mengikuti proses dan tahapan penjaringan, Sugiat mengatakan jika ada dua proses yang berlaku.

Proses pertama adalah dari bawah ke atas atau button up dan proses kedua dari atas ke bawah atau top down.

DPP lah yang memiliki otoritas untuk memutuskannya. Otoritas tersebut tak hanya di Kota Medan, namun di beberapa daerah juga melakukan hal sama.

Baca juga: PDI-P Sulit Putuskan Bobby di Pilkada Medan karena Daftar di Banyak Partai

"Ya, tidak ada masalah, namanya politik," ucapnya.

Sugiat juga menyatakan jika Aulia Rahman telah diputuskan untuk mendampingi Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan.

Namun kabar tersebut belum disampaikan ke Suryani karena alasan administrasi yang belum selesai.

"Apa yang mau disampaikan? Secara administrasi kita menunggu keputusan DPP, misalnya memfinalkan Bobby Nasution-Aulia Rahman, ya kita wajib menyampaikannya, bukan hanya ke kandidat, tetapi ke seluruh infrastruktur partai," sambung dia.

Baca juga: Terkait Tudingan soal Dinasti Politik, Ini Respons Bobby Nasution

Pada momen bulan ramadhan ini, Bobby Nasution bersama dengan  anak-anak muda Kota Medan yang menamakan dirinya Medan Rangers dan Milenial Tanpa Nama melakukan kolaborasi dengan aksi sosial. Mereka membagikan alat pelindung diri (APD) dan sembako kepada sejumlah Puskesmas dan warga.Istimewa Pada momen bulan ramadhan ini, Bobby Nasution bersama dengan anak-anak muda Kota Medan yang menamakan dirinya Medan Rangers dan Milenial Tanpa Nama melakukan kolaborasi dengan aksi sosial. Mereka membagikan alat pelindung diri (APD) dan sembako kepada sejumlah Puskesmas dan warga.
Ia mengatakan dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Untuk itu ia mempersilahkan Suryani untuk melakukan lobi ke DPP Gerindra sebelum keputusan final ditetapkan oleh KPU.

"Dalam politik, tidak ada yang tidak mungkin, ya silakan saja misalnya Kak Suryani mau melakukan proses lobi-lobi ke DPP."

"Namanya politik, sebelum ditetapkan KPU, kita belum bisa memastikan siapa calon wali kota dan calon wakil wali kota kita. Kak Suryani silakan memperjuangkan hak politiknya," katanya lagi.

Terkait biaya survei Rp 20 juta yang dibayar oleh Suryani, Sugiat mengatakan jika biaya survei yang mahal tidak mungkin dibebankan ke partai.

Baca juga: Jelang Pilkada 2020, Bobby Nasution Ungkap Pesan Jokowi Untuknya

Namun biaya survei dibebankan kepada semua calon yang mendaftar karena survei itu untuk mengukur bagaimana elektabilitas dan popularitas calon setelah bersosialisasi.

Terkait asumsi Suryani yang merasa tak terpilih sebagai bakal calon pendamping Bobby karena berasal dari golongan minoritas, Sugiat membantahnya.

Dia mengatakan, di beberapa daerah banyak calon yang berpasangan namun berbeda keyakinan.

Baca juga: Surya Paloh: Pilkada Medan, Sampai Hari Ini Bobby yang Terbaik...

Ia menegaskan jika tidak ada urusan SARA dalam menentukan calon yang diusung. Urusan yang sebenarnya adalah bagaimana menuntaskan program-program pembangunan.

"Kalau dikatakan Gerindra mengedepankan politik SARA, saya secara tegas membantah itu. Kalau di Kota Medan, Bang Bobby dipasangkan dengan Bang Aulia, tidak ada kaitannya dengan politik identitas apa pun. Tapi lebih berkaitan kepada kepentingan pembangunan Kota Medan," pungkas Sugiat.

KOMPAS.com (Penulis: Mei Leandha | Editor: Farid Assifa)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X