Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat berkat Layar Terpal

Kompas.com - 07/08/2020, 09:15 WIB
Kapal nelayan menggunakan layar dari terpal SAR Pangkalpinang.Kapal nelayan menggunakan layar dari terpal

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Sebuah kapal nelayan ditemukan tim SAR gabungan setelah terkatung-katung selama 12 hari di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Kapal kayu KM Surya Hasil Laut tersebut mulai bergerak menepi setelah awaknya berinisiatif memasang layar darurat menggunakan terpal.

"Kapal mati mesin, dan setelah itu para ABK membuat layar menggunakan terpal agar dapat menepi ke daratan. Kemudian pukul 07.30 WIB nakhoda dapat berkomunikasi ke pemilik kapal," kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Fazzli, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2020).

Baca juga: Penangkapan Kapal Ikan Vietnam di Natuna Berlangsung Dramatis

Fazzli menuturkan, kapal seharusnya sudah bersandar di Pangkalpinang setelah beberapa hari pelayaran. Namun, kemudian kehilangan kontak dan dinyatakan hilang.

Kapal dengan tiga awak tersebut hanyut sejauh 160 Nautical Mile dari posisi Last Known Position (LKP). Setelah mati mesin, kapal hanya mengikuti arah angin dan arus laut.

Selanjutnya, kapal diarahkan bersandar di daerah Lingga dan menunggu pemilik kapal untuk melakukan proses evakuasi.

Saat ditemukan, tiga awak kapal termasuk nakhoda bernama Ambo dinyatakan dalam kondisi sehat.

Kekhawatiran sempat menyelimuti karena saat kapal hilang kontak, cuaca memburuk dengan hujan lebat disertai petir.

 

Baca juga: Cerita Menteri Edhy soal Penangkapan 2 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Laut Natuna

Selain itu, KM Bina Abadi yang kebetulan melintas melaporkan adanya serpihan kulit jeruk dan sejumlah peti yang mengambang di lautan.

"Alhamdulillah ternyata kapal masih utuh dan sudah diarahkan untuk sandar. Petugas juga membantu menghidupkan mesin dengan cara men-jumper aki," ujar Fazzli.

Pihak kantor SAR mengimbau para pelaku usaha pelayaran untuk senantiasa berhati-hati serta melengkapi peralatan keselamatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X