Kompas.com - 05/08/2020, 13:45 WIB
Kapolsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, sedang menunjukkan para tersangka pencuri motor sekaligus anggota geng motor di kantornya, Rabu (5/8/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKapolsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, sedang menunjukkan para tersangka pencuri motor sekaligus anggota geng motor di kantornya, Rabu (5/8/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Indihiang Polresta Tasikmalaya, berhasil mengungkap kawanan pencuri motor sekaligus anggota geng motor di kawasan Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Mereka menjual hasil curian via media sosial dan mengaku uangnya untuk dibelikan handphone supaya terlihat lebih gaya.

Empat orang tersangka tersebut berinisial YF (19), RR (18, AA (18 dan FG (17), dan telah berhasil membawa kabur 2 unit motor di tempat parkiran berbeda wilayah Cipedes dan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

"Aksi pencurian yang dilakukan mereka melirik motor dengan harga jual tinggi, tetapi mereka sempat menyimpan di salah satu rumah tersangka dimana motor itu rencananya akan dijualnya melalui medsos termasuk membeli handphone," jelas Kepala Polsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, Kompol Didik Rohim Hadi, kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Ini Pemicu Serangan Geng Motor ke Rumah Kontrakan di Bandung

Didik menjelaskan, kawanan geng motor tersebut memantau para pengendara motor di pakiran yang lupa mengunci leher dan kunci kontaknya tertinggal saat parkir.

Mereka pun mengaku selama ini selalu berboncengan memakai dua motor supaya bisa berkeliling memantau setiap lokasi parkiran atau warga menyimpan motor di ruas Jalan Indihiang dan Cipedes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pengungkapan kasus komplotan ini berawal saat ada laporan dua warga yang motornya dicuri saat diparkir di wilayah hukum kami. Setelah melakukan penyelidikan ternyata para pelaku mengaku selama ini sebagai salah satu anggota geng motor di Tasikmalaya," tambah Didik.

Berbekal informasi tersebut, lanjut Didik, pihaknya menugaskan anggota untuk memancing dan berpura-pura sebagai pembeli lewat media sosial.

Setelah janjian untuk melakukan transaksi jual beli di suatu tempat yang telah dijanjikan, para tersangka pun berhasil ditangkap satu per satu sampai akhirnya mereka mengaku sebagai komplotan.

"Iya, ada salah seorang pelaku yang masih di bawah umur akan dikenakan tindak pidana khusus dan akan dititipkan di Balai Pemasyarakatan (Bapas). Sedangkan tiga pelaku lainnya dikenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya. 

Baca juga: Diduga Geng Motor Serang Penghuni Kontrakan di Bandung, Baru 3 Tertangkap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.