Sisir Hutan Riau Jelang "Global Tiger Day", Petugas Temukan Jerat Harimau hingga Perangkap Trenggiling

Kompas.com - 25/07/2020, 10:13 WIB
Tim gabungan saat menemukan jerat sling diduga untuk menangkap harimau sumatera di kawasan hutan konservasi PT Arara Abadi (Sinar Mas Group) di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (24/7/2020). Penemuan jerat tersebut dalam operasi sisir jerat di kawasan hutan untuk meminimalisir perburuan satwa liar. Dok. BBKSDA RiauTim gabungan saat menemukan jerat sling diduga untuk menangkap harimau sumatera di kawasan hutan konservasi PT Arara Abadi (Sinar Mas Group) di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (24/7/2020). Penemuan jerat tersebut dalam operasi sisir jerat di kawasan hutan untuk meminimalisir perburuan satwa liar.

 

Apalagi, sebut Suharyono, sejak Januari-Juli 2020 terdapat 60 kasus konflik dan temuan satwa dilindungi yang terjerat di kawasan hutan.

"Sampai bulan Juli pertemuan atau konflik, baik itu harimau sumatera, gajah sumatera, tapir, beruang totalnya sekarang ada 60 kasus. Khusus untuk gajah saja sudah 30 kasus. Ini termasuk satwa yang terjerat, konflik dengan manusia dan yang kita evakuasi," kata Suharyono.

Bahkan, sambung dia, ada satu kasus yang menyedihkan, yakni seekor harimau sumatera mati terjerat di kawasan hutan konservasi PT Arara Abadi pada 18 Mei 2020 lalu.

"Oleh sebab itu, operasi sapu jerat harus kita optimalkan dan rutin dilakukan di kawasan hutan. Ini merupakan sebuah komitmen bersama dalam upaya pelestarian satwa liar. Karena, jerat menjadi penyebab terbesar kematian satwa liar yang dilindungi termasuk satwa kunci seperti harimau dan gajah sumatera di wilayah Riau. Kita juga berharap tidak hanya perusahaan PT Arara Abadi saja yang aktif melakukan operasi ini, tapi semua pemegang konsesi di Riau," ucap Suharyono.

Puluhan jerat ditemukan

Sementara itu, terkait ditemukannya puluhan jerat di kawasan konservasi konsesi, pihak PT Arara Abadi memastikan bahwa jerat tersebut dipasang oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita memastikan jerat yang kita temukan itu dipasang oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena, kita pihak perusahaan dari awal sudah komitmen menjaga dan melindungi satwa yang ada di kawasan hutan konservasi. Seperti, harimau dan gajah sumatera, beruang, tapir dan satwa lainnya," ungkap Forest Sustainibility-Health Safety & Enviroment PT Arara Abadi-APP Sinar Mas Region Riau, Muhammad Syarif Hidayat kepada Kompas.com, Sabtu.

Untuk itu, sambung dia, pihak perusahaan kolaborasi dengan BBKSDA Riau, TNI, Polri dan masyarakat untuk membersihkan jerat di kawasan hutan yang luasnya mencapai 38 ribu.

Syarif menyebutkan, operasi sisir jerat dilakukan di kawasan hutan konservasi PT Arara Abadi di Distrik Minas, Kabupaten Siak, Distrik Tapung, Kabupaten Kampar dan Distrik Sebanga, Kabupaten Siak.

Dari hasil penyisiran, ditemukan puluhan jerat dan perangkap yang terpasang di kawasan hutan. Jerat tersebut sudah dibongkar dan akan dimusnahkan.

"Selain merupakan tindakan dalam meningkatkan keamanan kawasan, operasi ini juga merupakan salah satu komitmen dan konstribusi yang optimal PT Arara Abadi-APP Sinar Mas guna mewujudkan eksistensi antara masyarakat dan satwa kunci di sekitar wilayah operasional perusahaan," pungkas Syarif.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbaikan Jembatan Penggaron Picu Kemacetan di Tol Semarang-Solo

Perbaikan Jembatan Penggaron Picu Kemacetan di Tol Semarang-Solo

Regional
Karyawan PDAM Ditemukan Tewas, Kondisinya Sudah Membusuk

Karyawan PDAM Ditemukan Tewas, Kondisinya Sudah Membusuk

Regional
2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

Regional
Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

Regional
Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

Regional
Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Regional
Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Regional
Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

Regional
Angka 'Stunting' di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Angka "Stunting" di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X