Warga Masamba Masih Dihantui Trauma Banjir Bandang: Lebih Horor Hujan Ketimbang Covid-19

Kompas.com - 21/07/2020, 23:36 WIB
Kampung Lombo di Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Luwu Utara masih terendam 2 meter, Selasa (21/07/2020) MUH. AMRAN AMIRKampung Lombo di Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Luwu Utara masih terendam 2 meter, Selasa (21/07/2020)

LUWU UTARA, KOMPAS.com – Rasa trauma masih menyelimuti warga di Kampung Lombo, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang jadi korban banjir bandang beberapa waktu lalu.

Perasaan waswas musibah itu kembali terjadi semakin kuat ketika hujan mengguyur kawasan Masamba dan sekitarnya.

Ketakutan itu dialami Bidaniyah, warga Kampung Lombo. Meski sudah berada di lokasi pengungsian yang relatif lebih aman, dia tidak bisa tenang saat hujan kembali mengguyur.

Baca juga: Tim DVI Kesulitan Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Luwu Utara

"Lebih horor ini hujan ketimbang Covid-19, kami takut kalau dibilang hujan daripada itu corona,” kata Bidaniyah yang mengungsi di Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (21/07/2020).

“Setelah habis hujan, kami keluar melihat rumah kami yang masih terendam lumpur. Airnya naik terus, tidak ada surutnya,” tambah Bidaniyah.

Warga kampung Lombo, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggunakan air keruh untuk kebutuhan mencuci pakaian dan kebutuhan lainnya, Selasa (21/07/2020)KOMPAS.com/MUH. AMRAN AMIR Warga kampung Lombo, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggunakan air keruh untuk kebutuhan mencuci pakaian dan kebutuhan lainnya, Selasa (21/07/2020)

Ketakutan Bidaniyah bukan tanpa alasan. Dalam dua hari terakhir, Masamba dan sekitarnya memang masih diguyur hujan. Sedangkan Kampung Lombo masih tergenang banjir.

“Jangankan hujan lebat, hujan sedikit pun air meluap ke rumah-rumah penduduk. Nah, meski demikian dengan limpahan air sebesar itu tidak berpengaruh besar lagi terhadap pengungsi,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar.

Muslim pun mengimbau warga Luwu Utara untuk tetap berada di lokasi yang aman. Pasalnya cuaca ekstrem masih terjadi.

Baca juga: Korban Banjir Bandang Luwu Utara Gunakan Air Keruh untuk Mandi dan Mencuci

Banjir bandang di Luwu Utara terjadi pada Senin (13/7/2020) akibat luapan Sungai Rongkong, Sungai Meli, dan Sungai Masamba.

Hingga Senin (20/7/2020), sebanyak 38 orang tewas dan sembilan orang lainnya masih hilang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X