3 Demonstran yang Ditangkap saat Aksi Tolak Omnibus Law Terbukti Konsumsi Narkoba

Kompas.com - 17/07/2020, 21:23 WIB
Massa aksi yang melakukan orasi menolak omnibus law dan RUU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Sulsel sebelum bentrokan terjadi, Kamis (16/7/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANMassa aksi yang melakukan orasi menolak omnibus law dan RUU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Sulsel sebelum bentrokan terjadi, Kamis (16/7/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus mengatakan, tiga dari empat demonstran yang masih diamankan saat aksi tolak omnibus law terbukti mengonsumsi narkoba jenis ganja.

Ketiganya diketahui mengonsumi ganja dari hasil uji urine yang dilakukan saat pemeriksaan.

Tiga orang tersebut ialah I dan MRS yang merupakan mahasiswa di Makassar, sementara satu orang yang positif narkoba yakni MAS berstatus pelajar SMA.

"Ada 3 yang diduga habis menggunakan narkoba satu di antaranya anak SMA dan dua di antaranya mahasiswa. Khusus yang menggunakan narkoba sudah diserahkan ke Satres Narkoba," kata Supriady saat diwawancara di Polrestabes Makassar, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: 37 Demonstran di Makassar Diamankan Saat Aksi Tolak Omnibus Law, Polisi: Ada yang Bawa Sajam

Untuk kericuhan yang berujung perusakan pagar di pintu masuk Gedung DPRD Sulsel yang dilakuakan massa aksi, kata Supriady, penyidik belum menetapkan tersangka.

Hal ini dikarenakan sehari setelah perusakan tersebut, pihak DPRD Sulsel belum melapor ke pihak kepolisian.

"Untuk kerusakan kami tunggu laporannya dari DPRD karena sampai sekarang belum melapor tapi sampai sekarang kita koordinasikan DPRD untuk melapor," ujar pria yang akrab disapa Edhy ini.

Baca juga: Aksi Tolak Omnibus Law di Simpang Tiga Gejayan, Demonstran Terapkan Physical Distancing

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 37 demonstran ditangkap polisi buntut dari kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa menolak omnibus law di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Kamis (16/9/2020).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, 37 orang yang diamankan tersebut ditangkap di sekitar flyover Makassar Jalan Urip Sumoharjo.

Ada juga yang langsung diamankan di depan gedung DPRD.

"Salah satu mahasiswa UIN Alauddin inisial AAF membawa senjata tajam berupa badik," ujar Agus, Jumat (17/7/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X