PSBB Kabupaten Bogor Kembali Diperpanjang, Ini Hal yang Jadi Fokus

Kompas.com - 17/07/2020, 17:34 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin atau sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor sedang meninjau RS rujukan Covid-19. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin atau sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor sedang meninjau RS rujukan Covid-19.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin telah memutuskan untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua pekan.

PSBB kali ini adalah pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif.

Ketentuan PSBB pra AKB tertuang dalam Peraturan Bupati No 42 Tahun 2020.

Baca juga: Alasan Bupati Aceh Tengah Belum Cabut Laporan Polisi terhadap Wakilnya

PSBB dimulai pada hari ini Jumat (17/7/2020). PSBB berlaku sampai 30 Juli 2020 mendatang.

"Kembali diperpanjang dua pekan berdasarkan hasil rapat evaluasi PSBB transisi," kata Ade yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Jumat.

Ade mengatakan, pada masa perpanjangan PSBB hari ini, keputusannya tidak akan banyak mengubah kebijakan serta aturan dalam PSBB sebelumnya.

Hanya saja, yang akan menjadi fokus perhatian pada sektor pendidikan.

Baca juga: Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Menurut Ade, sekolah dan pendidikan keagamaan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh, kecuali pondok pesantren dan pendidikan tinggi.

Selain itu, masa pengenalan lingkungan sekolah di SMA/SMK/MA diperkenankan melakukan aktivitas tatap muka dengan syarat paling banyak 50 peserta didik setiap hari.

Namun, aktivitas tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Fokusnya di dalam pasal per pasal Perbup ini sedikit tentang pendidikan," ucap dia.

 

Selain itu juga terdapat pelonggaran aturan yang merambah ke aktivitas area publik seperti taman, terminal atau stasiun serta tempat ibadah.

Sedangkan untuk penyelenggaraan acara yang sifatnya mengumpulkan orang seperti hajatan atau khitanan dan pernikahan, masyarakat bisa menggelarnya dengan kapasitas orang paling banyak 30 persen dari kapasitas gedung.

"Pertemuan, rapat, seminar, workshop, bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan atau kegiatan lain yang sejenis, diperbolehkan dengan paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat penyelenggaraan. Pemakaman atau takziah kematian hanya dihadiri oleh kalangan terbatas," kata Ade.

Ade pun tetap meminta seluruh warga untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker.

Secara tegas, menurut Ade, Pemkab Bogor akan memberlakukan sanksi atau denda bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker di tempat umum sebesar Rp 50.000



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 100, Wali Kota Rudy: Jangan Mudik Dulu

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 100, Wali Kota Rudy: Jangan Mudik Dulu

Regional
Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Regional
Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Regional
Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X