Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Kompas.com - 16/07/2020, 20:56 WIB
Kepala Inspektorat Inhu Boyke Sitinjak saat diwawancarai wartawan usai berkunjung ke KPK di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Kunjungan Inspektorat ke KPK tersebut, terkait masalah pengunduran diri 64 kepala sekolah SMP negeri se Kabupaten Inhu, Riau. Dok. istimewaKepala Inspektorat Inhu Boyke Sitinjak saat diwawancarai wartawan usai berkunjung ke KPK di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Kunjungan Inspektorat ke KPK tersebut, terkait masalah pengunduran diri 64 kepala sekolah SMP negeri se Kabupaten Inhu, Riau.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepala Inspektorat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Boyke Sitinjak berangkat ke Jakarta untuk mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (16/7/2020).

Saat bertemu KPK, Boyke sempat mengadukan persoalan terkait pengunduran diri 64 kepala sekolah menengah pertama (SMP) di Inhu.

Boyke menjelaskan, kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi antara aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) dan KPK.

Baca juga: Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Ternyata Bukan Kali Pertama

"Kami melakukan koordinasi bagaimana melakukan pencegahan korupsi di suatu daerah," kata Boyke kepada wartawan usai kunjungan ke KPK di Jakarta, Kamis.

Boyke mengatakan, Inspektorat Inhu telah menerima surat tembusan dari para kepala sekolah SMP negeri yang mengundurkan diri.

Menurut Boyke, ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan dengan KPK.

Misalnya tentang tekanan mental yang dialami kepala sekolah, sehingga terjadi pengunduran diri massal tersebut.

"Setelah koordinasi dengan KPK, Inspektorat diminta memperdalam masalah tersebut dan nantinya akan dilanjutkan ke KPK," kata Boyke.

Baca juga: Kasus Penusukan Kapolsek, 10 Ibu-ibu Termasuk Jadi Tersangka

Sementara itu, Boyke mengakui bahwa pihaknya memang pernah melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah.

Menurut dia, pemeriksaan itu terkait dengan adanya pengaduan masyarakat yang dilaporkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Tipikor Nusantara.

"Memang pernah kita lakukan pemeriksaan dan sudah kita ekspose di Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu. Sehingga, hasil ekspose tersebut kemudian dipedomani oleh Kejaksaan untuk melakukan hal yang lebih lanjut," kata Boyke.

Baca juga: Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Meski demikian, menurut Boyke, perlu diteliti lagi mengenai penyebab sebenarnya pengunduran diri para kepala sekolah SMP tersebut.

Sebelumnya, Boyke mengatakan, pengunduran diri para kepala sekolah tersebut diduga ada kaitannya dengan pemerasan yang diduga dilakukan penegak hukum.

"Namun, di antaranya ada informasi bahwa mereka (kepala sekolah) dilakukan pemerasan oleh oknum dari penegak hukum. Ini merupakan informasi yang sangat berat, apakah ini benar-benar terjadi atau tidak, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Boyke.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X