Siswanya Dikabarkan Tinggal Kelas karena Laptop Rusak, Kepsek: Tak Benar, Nama Kami Tercemar

Kompas.com - 17/07/2020, 17:12 WIB
Ilustrasi siswa SMA mengerjakan UNKP. KOMPAS.com/ALBERTUS ADITIlustrasi siswa SMA mengerjakan UNKP.

KOMPAS.com- Pihak SMA Negeri 2 Kabupaten Nganjuk membantah siswanya berinisial RVR tinggal kelas karena laptop rusak.

"Laptop yang rusak itu tidak ada hubungannya. Itu salah," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Nganjuk Rita Amalisa dalam sambungan telepon, Jumat (17/7/2020) siang.

Menurut Rita, RVR tidak naik kelas karena dari rentetan permasalahan yang terjadi sebelumnya, di antaranya dia tidak mengumpulkan tugas harian selama pembelajaran jarak jauh era pandemi serta tidak mengikuti ujian akhir.

Baca juga: Ramai Kabar Siswa SMA Tinggal Kelas Hanya karena Laptop Rusak, Ini Penjelasan Sekolah

Rita mengungkapkan, pada awal-awal sebelum permasalahan ini terjadi, pihak sekolah sudah berupaya melakukan pembinaan dan kelonggaran mulai dari pemanggilan orangtua hingga empat kali, serta kunjungan ke rumah siswa hingga dua kali.

"Pas hari pertama enggak ikut ujian, kami datangi rumahnya dia enggak ada. Ditunggu sampai pulang, enggak pulang-pulang," ujar Rita.

Sehingga saat tiba waktunya dilakukan rapat pleno sekolah, data RVR dianggap tidak memenuhi syarat untuk naik kelas.

Baca juga: Pasangan yang Ditangkap di Avanza Bergoyang Berkelit meski Ditemukan Kondom Bekas Pakai

Syarat itu di antaranya karena adanya lebih dari dua mata pelajaran yang tidak tuntas.

Ketidaktuntasan itu menurut Rita terjadi karena RVR tidak mengikuti ujian mapel tersebut tanpa alasan apa pun.

Dia menyayangkan kabar yang beredar di media sosial yang dianggapnya tidak benar.

Baca juga: Saat Kecantikan Polwan Mampu Jebloskan Dion, Si Playboy Penipu 15 Wanita ke Penjara

Begitu juga dengan kabar latar belakang ekonomi RVR yang disebut kurang mampu.

Menurut Rita juga tidak benar karena orangtuanya adalah perwira polisi dan ibunya PNS.

Bahkan belakangan, pihak sekolah juga sudah memfasilitasi perpindahan sekolah sebagaimana yang dimintakan oleh orangtua RVR.

"Kami merasa tercemar dalam hal ini dan harus diluruskan," ujar Rita.

Sebelumnya diberitakan, orangtua RVR mengadu ke Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) terkait anaknya tidak naik kelas karena laptop rusak.

Dari laporan yang didapatkan FSGI, kerusakaan pada komputer jinjing itu menyebabkannya RVR tidak bisa mengikuti ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) sehingga mendapat nilai nol pada lima mata pelajaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Siswa SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Siswa SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X