KPU Sulut Siap Layani Pasien Positif Corona Gunakan Hak Pilih, Begini Mekanismenya

Kompas.com - 16/07/2020, 21:29 WIB
Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2020) KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYKetua KPU Sulut Ardiles Mewoh saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2020)

MANADO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara siap melayani pasien positif Covid-19, orang dalam pemantauan (ODP) atau kontak erat, pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspek, dan orang tanpa gejala (OTG) alias asimptomatik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember 2020 nanti.

Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh menjelaskan, untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, akan dilayani di tempat di mana ia dirawat.

“Tidak mungkin pemilih yang terkonfirmasi positif dia datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020 terkait pemilihan di masa pandemi, dia dilayani di rumah sakit,” kata Ardiles saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Besok PDI-P Umumkan Rekomendasi Calon Wali Kota Solo, Gibran-Teguh Diundang, Purnomo Tidak

Menurut dia, sesuai mekanisme, satu hari sebelum pemungutan suara, penyelenggara di daerah baik panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemungutan suara kecamatan (PPK) akan meminta nama-nama yang terkonfirmasi positif yang dirawat di rumah sakit.

Bahkan, kata Ardiles, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KPU kabupaten dan kota untuk pendataan bersama Gugus Tugas.

“Nanti TPS yang terdekat rumah sakitlah yang akan melayani pasien positif yang sedang dalam perawatan. Petugas akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jadi, pakai baju hazmat, masker, sarung tangan dan kelengkapan lainnya,” terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan, untuk pasien ODP, PDP, dan OTG yang diisolasi di rumah akan dilayani oleh petugas dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungan tempat ia tinggal.

“Nanti bersama Bawaslu atau Panwas kelurahan dan desa didampingi oleh PPS,” ujar Ardiles.

Baca juga: Bawaslu: Sistem Pengecekan Data Pemilih Pilkada Milik KPU Bermasalah

Kemudian, lanjut dia, jika ada orang yang datang ke TPS dan diukur suhu tubuhnya di atas 37.5 derajat, pihak KPU juga akan menyediakan bilik khusus di luar TPS agar pemilik hak pilih bisa menyalurkan suaranya.

“Kertas suara di TPS juga akan disterilisasi. Tapi, yang pasti di setiap TPS, KPU menyediakan sarung tangan untuk digunakan saat menyalurkan hak suara. Jadi, tak hanya yang positif saja, tapi juga setiap warga yang datang ke TPS. Sarung tangannya sekali pakai dan langsung dibuang di tempat sampah yang disediakan,” ungkap Ardiles.

Terkait hal ini juga, ia menegaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Gugus Tugas, termasuk di dalamnya Dinas Kesehatan, puskesmas di setiap kecamatan.

“Yang pasti, KPU siap melayani pasien positif Covid-19, orang dalam pemantuan, pasien dalam pengawasan, dan orang tanpa gejala pada pilkada nanti. Petugas-petugas kesehatan juga akan disiagakan bagi para penyelenggara di setiap TPS,” ucap Ardiles.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X