Kompas.com - 16/07/2020, 08:34 WIB
Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSuasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.

JOMBANG, KOMPAS.com - Sejak berlangsungnya Pandemi Covid-19, banyak usaha yang tidak bisa berjalan lancar atau bahkan gulung tikar.

Namun, kondisi itu menjadi pengecualian bagi pelaku usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman asal Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sejak lama, Dusun Wedani dikenal sebagai "Kampung Bibit"  karena hampir setiap tempat di perkampungan itu berjejer aneka jenis bibit tanaman.

Di kampung ini, lebih dari 40 Kepala Keluarga (KK) yang bekerja dan menekuni usaha penyemaian bibit tanaman.

Baca juga: Kepala DP5A Surabaya Meninggal, Risma: Tuhan Menyayangi Bu Chandra

Pantauan Kompas.com, penyebutan Dusun Wedani sebagai kampung bibit sesuai dengan kondisi perkampungan.

Warga setempat yang menggeluti usaha pembibitan tanaman memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menjadi area persemaian bibit.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bibit tanaman yang didominasi tanaman sayur tersebut, rata-rata disemai dalam polibag plastik ukuran 8x9 sentimeter.

Persemaian bibit itu diletakkan di halaman depan, samping atau belakang rumah masing-masing.

Pemandangan 'hijau' aneka tanaman di Dusun Wedani sudah terlihat saat memasuki kawasan kampung.

Selain tampak dari jalan utama desa, suasana asri Kampung bibit Wedani juga nampak hingga ke gang-gang Dusun.

Dirintis sejak 1991

Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.

Salah satu pelaku usaha pembibitan, Jumainah mengungkapkan, usaha penyemaian bibit tanaman di Dusun Wedani berlangsung sejak tahun 1991.

Saat awal, usaha penyemaian dan penjualan bibit aneka jenis tanaman dijalankan oleh 5 orang, termasuk dirinya.

Perempuan berusia 60 tahun itu menuturkan, para tetangganya kemudian banyak yang menekuni usaha pembibitan setelah krisis ekonomi tahun 1998.

"Dulu hanya lima orang, termasuk saya dan bapaknya. Sekarang sudah banyak dan mayoritas melakukan pembibitan," tutur Jumainah, saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (15/7/2020).

Awalnya, kata nenek 9 cucu ini, dia bersama suaminya menyemai dan menjual bibit pepaya dan cabai rawit. Kedua komoditas itu banyak dijual ke luar kota.

Seiring waktu berjalan, benih yang disemai untuk dijual cukup bervariasi, antara lain cabai rawit dan cabai merah, tomat, terong, serta brokoli dan pepaya.

Baca juga: Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Komoditas tanaman yang sama, kata pemilik 'Rumah Bibit Bu Nik' ini, juga disediakan oleh para tetangganya.

Menurut Jumainah, dia tetap konsisten menekuni usaha pembibitan tanaman karena hasilnya terbilang stabil dan bisa menopang perekonomian keluarga.

Kondisi itu membuat banyak warga di Dusun Wedani yang tertarik untuk mengikuti jejak para perintis menekuni usaha pembibitan tanaman.

"Pasang surut sih ada, waktu kemarau biasanya agak sepi. Kalau soal penghasilan, lumayan dan sangat membantu," kata ibu dari 4 anak ini.

 

Bergeliat di tengah pandemi

Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.

Usaha pembibitan tanaman, ungkap Jumainah, relatif stabil dari waktu ke waktu. Bahkan, saat berlangsung Pandemi Covid-19, usaha tersebut seolah tak terkena dampak.

"Saat munculnya corona sempat sepi, tapi sebentar. Waktu mau hari raya kemarin, rame lagi, bahkan sampai kewalahan. Sekarang bibit yang ada di sini sudah dipesan semua," ujar dia.

Jumainah menambahkan, untuk menjalankan usaha pembibitan yang ditekuninya, dia dibantu oleh 3 orang tetangganya.  

Dinar Krisnandar (33), warga Dusun Wedani mengungkapkan, usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman saat ini bukan lagi profesi sampingan.

Usaha itu, ujar dia, sudah menjadi pekerjaan utama bagi mayoritas warga Dusun Wedani, baik sebagai pemilik usaha maupun sebagai buruh harian pada usaha pembibitan.

Baca juga: Sebelum Kepala Bappeda Jatim Meninggal, 21 Anak Buahnya Positif Covid-19

Menurut Dinar, usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman relatif stabil meski saat ini sedang berlangsung Pandemi Covid-19.

Dinar mengatakan, para pembeli atau pelanggan bibit tanaman, rata-rata sudah pesan terlebih dulu.

Para petani atau warga penyuka kegiatan menanam, datang dari Jombang maupun daerah sekitar.

Selain pembeli yang datang langsung ke tempat penyemaian, pemasaran bibit juga terbantu oleh para penjual bibit keliling.

 

Penopang ekonomi

Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Suasana di tempat persemaian bibit tanaman di Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Kampung Bibit karena mayoritas warganya bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, terutama komoditas sayur.

Kepala Desa Badang, Sholichudin menyebutkan, Dusun Wedani dihuni oleh 200 KK, di mana mayoritas penduduknya menggeluti usaha penyemaian dan penjualan bibit aneka jenis tanaman.

Usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman yang ditekuni warganya dimulai pada tahun 1991 dan terus berkembang setelah krisis moneter.

Kemudian sejak tahun 2012, usaha tersebut memikat banyak warga hingga akhirnya jumlah pemilik usaha terus berkembang dari yang awalnya 5 orang menjadi 40 orang lebih.

Saat ini terdapat 47 KK di Dusun Wedani yang tercatat memiliki usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman.

Para pemilik usaha itu, lanjut dia, memiliki sedikitnya 1-2 orang yang bekerja untuk membantu usaha masing-masing.

Baca juga: Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

"Ada 47 KK pemilik usaha pembibitan di Dusun Wedani. Lalu warga sekitar yang tidak memiliki lahan bekerja pada mereka," kata Sholichudin, kepada Kompas.com.

Sholichudin menuturkan, usaha pembibitan tanaman yang dilakukan warga Dusun Wedani sudah berlangsung selama lebih dari 20 tahun.

Usaha tersebut, lanjut dia, selain mampu menyerap tenaga kerja dari kalangan warga, juga mampu menjadi penopang utama perekonomian warga.

"Kalaupun belum sampai pada ukuran sejahtera, setidaknya warga Dusun Wedani itu sangat mandiri," kata Sholichudin.

Dia mengungkapkan, sekitar 30 persen penduduk Desa Badang bergelut pada usaha produksi kerupuk.

Lalu, sekitar 20 persen bergelut pada usaha penyemaian dan penjualan bibit tanaman, serta lebih dari 15 persen sebagai petani.

Adapun profesi lainnya, antara lain buruh pabrik, PNS, TNI dan Polri, maupun sektor lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X